Dewan Pengawas Harap Masyarakat Dukung Program PUDAM Trunojoyo

PUDAM Trunojoyo Sampang
Dewan Pengawas PUDAM Kabupaten Sampang H. Marnilem. (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sampang Marnilem berharap masyarakat ikut serta mendukung program PUDAM Trunojoyo. Dukungan tersebut supaya ketersediaan air bersih di Kota Bahari bisa terpenuhi.

Menurut Marnilem, dukungan tersebut harus dilakukan. Salah satunya adalah adanya sumber air Rubaruh agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


“Program PDAM ini adalah untuk masyarakat, bukan hanya untuk PDAM sendiri, jadi masyarakat harus cerdas dalam berfikir,” kata pria yang karib disapa Haji Marnilem di ruangannya, Selasa (2/2).

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) itu berharap agar masyarakat tidak bersikap ego untuk kepentingan pribadi.

“Di lokasi sumber Rubaruh hanya beberapa warga saja, sementara di luar sana masih banyak yang membutuhkan air, jadi mari berfikir lebih luas untuk kepentingan orang banyak,” tuturnya.

Untuk di Kampung Bajik, Kelurahan Karang Dalam, tempat tinggalnya, Marnilem mengaku masih dilakukan sistem 4 :1. Dalam artian, kata dia, dari empat hari hanya sekali air di kediamannya itu air mengalir lancar.

“Dari empat hari itu kita bergantian dengan Perumahan Puri Matahari, Kelurahan Polgan, dan Desa Aeng Sareh,” katanya.

Untuk di Kampung Kasenih, lanjut Marnilem, justru air dari PDAM tidak dapat tersuplay dengan baik. Sehingga menurutnya, apabila sumber air Rubaruh tidak dioptimalkan dengan baik maka masyarakat lain yang juga membutuhkan air akan kesulitan mendapatkan air.

Baca juga:  Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Sumenep Madura Meningkat

“Jadi tolong kepentingan masyarakat yang sedikit ini dikesampingkan dulu untuk kepentingan masyatakat yang lebih banyak,” ujarnya.

Dikatakannya, akibat dari kurangnya ketersediaan air minum dari PDAM selama ini, hampir sekitar 50 persen masyarakat di Kampung Bajik dan Kasenih memilih untuk beralih membeli air tangki. “Sebagian lagi memilih untuk membuat sumur,” bebernya.

Marnilem berharap, dalam hal ini PUDAM dengan Direktur yang baru kedepannya mampu untuk mengatasi permasalahan ini.

Di sisi lain, kata H. Marnilem, PUDAM bukan merupakan perusahaan milik perorangan yang mana selalu memikirkan profit. PUDAM Trunojoyo adalah perusahaan milik pemerintah, sehingga perusahaan pelat merah itu juga dituntut untuk memberikan pelayanan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Sehingga terpenuhinya ketersediaan air bersih secara menyeluruh merupakan tanggung jawab PDAM, masyarakat juga harus faham hal ini,” tuturnya. (RIF/MH)