Delapan Orang Positif HIV Keluar dari Sampang, Dinkes Kesulitan Lacak Pasien

HIV Sampang
Penanggungjawab Program HIV Dinkes Sampang, Abdul Cholik. (FOTO: Alimuddin/MiD)

maduraindepth.com – Tahun ini, sejak bulan Januari hingga Februari terdapat tiga orang di Kabupaten Sampang dinyatakan positif HIV. Dua diantaranya sedang dalam tahap pengobatan dan satu lagi masuk persiapan pengobatan. Hal itu diungkapkan Penanggungjawab Program HIV Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Abdul Cholik.

Cholik mengonfirmasi, akumulasi kasus positif HIV di Sampang sejak tahun 2022 hingga 2023 mencapai 49 orang. Penderitanya rata-rata masih usia produktif, yakni 20 tahun ke atas. Dari jumlah itu, hanya 41 orang yang berhasil dirawat. Sementara delapan orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami sudah menghubungi nomor telepon pasien HIV itu, tapi tidak bisa. Alasan dari keluarganya keluar kota, seperti pergi ke Jawa atau kota lain,” terang Cholik pada maduraindepth.com, Rabu (1/3).

Dia memaparkan, Dinkes Sampang hanya sebatas penanganan kesehatan. Sementara soal penanganan lainnya harus melalui lintas sektor. Dalam hal ini menurutnya diperlukan keterlibatan stakeholder. Sebab selama ini Dinkes kesulitan mencari pasien HIV yang keluar dari Kabupaten Sampang.

“Pasien yang menghilang itu belum dirawat, pernah ngasih nomor HP tapi malah tidak aktif atau tidak bisa dihubungi. Terkadang KTP nya asal Sampang, tapi domisilinya di luar,” bebernya.

Diungkapkan, Dinkes Sampang hingga kini tetap melakukan penanganan ekstra. Saat ini sektor yang menjadi sasaran menjaring HIV terdapat populasi kunci, diantaranya ibu hamil dan kelompok komunitas waria.

Baca juga:  Sosialisasi Hukum Protokol Kesehatan, Dinkes Sampang: COVID-19 Ada dan Nyata

“Dinkes terus bergerak dengan semakin banyak melakukan screening. Makanya data pasien positif HIV di Kota Bahari bisa terhitung secara jelas,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau Puskesmas dan Polindes agar terus menggencarkan program penanganan HIV. Seperti memberi edukasi ke masyarakat maupun kelompok transgender.

“Banyak edukasi yang disampaikan, seperti hindari penggunaan jarum suntik, narkoba, atau hubungan badan yang tidak aman. Semuanya sudah kami lakukan untuk penanganan HIV di Sampang,” pungkasnya. (Alim/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Kirim Info