Dampak Pandemi, Stok Darah di Bangkalan Hanya 133 Kantong

Stok Darah Bangkalan Minim
Kantong darah. (FOTO: Istimewa)

maduraindepth.com – Pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan berdampak pada stok darah di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ketersediaan stok darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) setempat sangat minim.

Direktur PMI Bangkalan Dr Fachrur Rosi melaporkan, hingga saat ini pihaknya hanya memiliki 133 kantong. Rinciannya 68 kantong golongan A, 44 kantong darah B. Sedangkan golongan darah AB sebanyak 6 kantong dan darah O 15 kantong.


“Jumlah stok darah yang ada sangatlah kurang, sebab dalam setiap harinya selalu mengeluarkan 20 sampai 25 kantong darah. Sebelum adanya Pandemi banyak mahasiswa dan masyarakat yang mendonorkan darah, terkadang mencapai 300 sampai 400 kantong dalam setiap harinya,” tuturnya, Rabu (25/11).

Dia mengungkapkan, target ketersediaan darah di Bangkalan sebanyak 50 kantong. Jumlah itu dari golongan darah A sampai O.

“Jika setiap kantong darah kurang dari target, maka dinyatakan sangat kritis,” tandasnya.

Kondisi seperti itu, kata Dr Fachrur Rosi, jika melihat minimnya stok darah akan mengkhawatirkan. Sehingga dia menghimbau kepada bawahannya untuk melakukan sosialisasi, agar masyarakat berkenan melakukan donor darah.

“Supaya stok darah tetap ada maka, saya bersama staf yang lain selalu memberikan imbauan supaya masyarakat bisa mendonorkan darahnya, selain itu setiap bulan para staf yang ada di Kantor PMI wajib membawa masyarakat untuk mendonorkan darahnya, dari 5 sampai 7 orang,” tutupnya. (SA/MH)