Akibat PPKM Darurat, Pembelajaran Tatap Muka di Sampang Batal

PPKM Darurat Sampang
Plt Kepala Disdik Sampang Nor Alam di ruang kerjanya. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang membatalkan rencana pembelajaran tatap muka tahun ajaran baru 2021. Ini disebabkan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diinstruksikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 15 Tahun 2021.

Plt Kepala Disdik Sampang Nor Alam menyampaikan, pembelajaran tahun ajaran baru mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan tetap masuk pada tanggal 13 Juli 2021. Namun berdasar instruksi Mendagri, keputusan Gubernur dan surat edaran Bupati Sampang, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau jarak jauh.


“Mulai 12 sampai 20 Juli 2021 kami terapkan pembelajaran secara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan BDR untuk semua sekolah jenjang, sampai menunggu instruksi selanjutnya dan surat edaran di semua sekolah akan kami sampaikan,” jelas Nor Alam, Selasa (6/7) kemarin.

Nor Alam menjelaskan, pembelajaran daring dilakukan lantaran situasi yang tidak memungkinkan. Mengingat akhir-akhir ini lonjakan kasus Covid-19 makin melejit.

Menurutnya langkah ini diambil untuk menekan angka penyebaran penularan Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sampang. “Kami menjalankan perintah Gubenur dan Bupati soal PPKM darurat ini,” ujarnya.

Terkait jadwal guru masuk sekolah, pihaknya hanya meminta setiap kepala sekolah bisa mengaturnya sendiri. Menurutnya sesuai aturan yang ada, untuk Kabupaten Sampang diizinkan hanya masuk 25 persen ke kantor.

Baca juga:  Soal Sejumlah Nakes di Sampang Terpapar Covid-19, Direktur RSUD dan Kadinkes Saling Bungkam

“Regulasinya saya pasrahkan kepada sekolah,┬átapi jangan sampai ada yang melanggar instruksi ini, kami akan pantau secara ketat dengan selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah,” tandasnya.

Selama pembelajaran dilakukan secara daring berlangsung, pihaknya meminta kepada para orang tua siswa untuk menjaga dan mendampingi anaknya.

“Terus dipantau agar anak tidak keluar sembarangan, demi mencegah penyebaran Covid-19, sehingga anak terhindar dari paparan virus corona,” pintanya. (Alim/MH)