Ahmad Fauzi Batal Maju Lewat PKB, Kenapa?

0
102
Achmad Fauzi
Achmad Fauzi, saat dikonfirmasi oleh jurnalis MI beberapa pekan lalu, (MR/MI)

maduraindepth.com – Ahmad Fauzi, dipastikan gagal maju sebagai Calon Bupati (Cabup) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sumenep itu tidak mengembalikan formulir hingga batas akhir pengembalian.

Tercatat, selain Fauzi, ada nama lain yang tidak mengembalikan formulir Cabup, yaitu Abdul Hamid Ali Munir yang kini menjabat Ketua DPRD Sumenep. Lalu Ahmad Zainal Arifin, Direktur PT Sumekar, juga tidak mengembalikan formulir Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup).

Penjaringan Bacabup dan Bacawabup Pilkada Sumenep 2020, dibuka Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB sejak 30 Oktober lalu, dan resmi ditutup pada Jumat 15 November 2019 kemarin. Selama masa penjaringan, terdapat 10 kandidat yang mengambil formulir.

Namun yang memenuhi syarat atau mengembalikan formulir ke Desk DPC PKB Sumenep sebanyak tujuh orang, terdiri dari lima Bacabup dan dua Bacawabup. Sedangkan tiga di antaranya tidak memenuhi syarat atau tidak mengembalikan formulir.

Dari 15 hari penjaringan, ada 10 kandidat yang mengambil formulir pendaftaran. Dengan rincian, 7 mengambil formulir Bacabup dan 3 mengambil formulir Bacawabup. Kendati demikian, tidak semuanya mengembalikan.

Mereka yang mengambil formulir Bacabup, KH Muh Unais Ali Hisyam, Fattah Jasin, Nurfitriana, KH Moh. Shalahuddin A. Warits. Kemudian, Achmad Fauzi, Donny M. Siradj, dan H. Abdul Hamid Ali Munir.

Sementara, yang mengambil formulir Bacawabup yakni, Achmad Yunus, Akhmad Zainal Arifin dan Nurfaizin. Dari 10 kandidat Bacabup dan Bacawabup yang mengambil formulir.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sumenep Sumenep, KH MK Ersyad bersyukur atas penjaringan Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada Sumenep 2020 telah tuntas.

“Ini bisa dilihat dari yang mengambil dan mengembalikan, dengan banyaknya kandidat yang ingin maju melalui PKB, itu sudah menandakan bahwa penjaringan sukses,” katanya, pada sejumlah awak media, Senin (18/11).

Saat in, pihaknya sedang mempersiapkan laporan hasil penjaringan Bacabup dan Bacawabup ke DPC PKB Sumenep untuk dikirim ke DPW hingga DPP PKB. Dia memastikan, tidak akan melakukan perpanjangan atau membuka penjaringan kembali.

“Maka akhir keputusan ini adalah DPP PKB. Semua keputusan ada ditangan DPP untuk menentukan siapa yang akan direkomendasikan PKB untuk maju sebagai Cabup dan Cawabup pada pilkada 2020,” ucap Ersyad.

Bahkan, lanjut dia, DPP akan turun langsung untuk melakukan uji kelayakan kepada para kandidat yang akan maju melalui partai besutan Gusdur itu.

“Nanti DPP yang akan melihat potensi siapa yang layak untuk di usung. Kalau melihat potensi, semuanya sangat potensi dan layak untuk memimpin kota Keris,” jelasnya. (MR/AJ)