5 Tahun Kasus Penembakan Mathur Husairi Tak Tuntas, Polisi: Terima Kasih Sudah Mengingatkan

0
74
Mathur Khusairi Kasus Penembakan
Korban penembakan misterius pada 2015 silam di Kabupaten Bangkalan, Mathur Khusairi yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. (Istimewa)

maduraindepth.com – Hari ini tanggal 20 Januari 2020. Artinya, sudah lima tahun kasus penembakan yang menimpa Mathur Husairi berlalu. Namun hingga kini, kasus yang menimpa aktivis senior di Kabupaten Bangkalan itu belum berhasil diungkap oleh Kepolisian Resort (Polres) setempat.

Pada 20 Januari 2015, Mathur yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ditembak oleh orang misterius di depan rumahnya. Penembakan itu terjadi setelah dia bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Bangkalan yang berlangsung hingga Senin tengah malam.

Kasus penembakan tersebut hingga kini masih bergulir di Polres Bangkalan. Pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku dan dalang penembakan tersebut.

Mathur sendiri mengaku kecewa terhadap kinerja Polres Bangkalan dan Polda Jawa Timur. Pasalnya, polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku dan dalangnya yang masih misterius.

“Jujur saya kecewa terhadap kinerja Polri karena gagal mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap semua aktivis di Bangkalan,” ujar politisi Partai Bulan Bintang tersebut, Senin (20/1).

Mantan aktivis Anti Korupsi tersebut mengungkapkan, ada tujuh kasus yang hingga kini belum diungkap oleh pihak kepolisian. Tujuh kasus tersebut meliputi, pengrusakan mobil Aliman, pembakaran mobilnya, pembacokan Fahrillah, Muzakki, Mahmudi, Musleh dan terakhir penembakan yang dia alami sendiri.

Ketujuh kasus tersebut, kata Mathur, tidak ada yang selesai dan diungkap salah satunya. Padahal, kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Pantai Rongkang berhasil diungkap meski tidak ada saksi.

“Tetapi giliran kasus kekerasan dan upaya pembunuhan mereka gagal. Kenapa kasus yang kami alami tak terungkap, apa karena tak serius atau ada unsur kesengajaan?,” ujarnya mempertanyakan.

“Mereka pasti khawatir dan takut mengalami kejadian yang sama. Karena lima tahun berlalu kasus saya ini semakin kelam dan terlupakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra menyampaikan, pihaknya akan mendalami sejauh mana progres dan kesulitan penyidik dalam pengungkapan kasus itu.

“Saya belum tahu. Itu jadi PR untuk Kasatreskrim yang baru. Saya juga akan dalami sejauh mana progres penanganan yang sudah dilakukan dalam lima tahun terakhir ini,” kata dia.

Pria kelahiran Sidoarjo itu juga mengatakan, sepanjang kasus itu belum terungkap, maka menjadi kewajiban pihak kepolisian untuk mengungkapnya.

“Sepanjang itu belum terungkap, maka menjadi kewajiban kita untuk mengungkap. Terima kasih sudah mengingatkan,” ucap dia memberi alasan. (AR/MH)