Validasi Data Masyarakat Miskin, Bupati Bangkalan Launching Sidaya Sehati

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat melaunching aplikasi Sidaya Sehati di Desa Lombang Dajah, Blega, Selasa (23/11). (Foto : Istimewa)

Bupati Ra Latif juga menurunkan 27 orang dari Tim Sistem Layanan Rujukan Sosial Terpadu (SLRT) untuk menyisir tiap rumah warga.

“Kita sisir kembali data kemiskinan di 25 desa yang tersebar di 5 kecamatan. Kita mulai dari Desa Lombang Dajah ini,” kata Ra Latif, mengutip dari laman resmi Pemkab Bangkalan.


Desa Lombang Dajah merupakan satu dari 25 desa yang masuk dalam kategori pengentasan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Bangkalan.

“Nanti teman-teman SLRT ini akan maraton ke 25 desa yang dimaksudkan,” ucap Ra Latif.

Sidaya Sehati adalah aplikasi yang dibuat Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan untuk validasi data masyarakat miskin di lapangan berdasarkan kategori sangat miskin, miskin, dan rentan.

Nantinya, tim SLRT akan mengambil minimal 7 foto kondisi rumah dan lingkungan memasukkan titik koordinat lokasi rumah, wajib menjawab 16 pertanyaan yang sudah tersedia di aplikasi Sidaya Sehati dan sesuai dengan regulasi Kemensos Nomor 146 tahun 2013 tentang Kriteria Masyarakat Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Setiap pertanyaan memiliki skor 100 untuk jawaban penghasilan atau kondisi terendah dan paling besar skor 300 dengan penghasilan tinggi.

Baca juga:  Dinsos Bangkalan Digempur dengan Musik Rock

“Sedangkan untuk realisasi pendataan di lapangan, setiap pendamping masing-masing desa harus terjun meninjau langsung kondisi masyarakat,” bebernya.

Selain melaunching aplikasi Sedaya Sehati, Ra Latif juga menyempatkan diri menempelkan labelisasi untuk rumah penerima manfaat Program Keluarga Harapan. (*)