Tolak Kenaikan BPJS, Aktivis Mahasiswa Demo DPRD Sampang

0
65
Tolak Kenaikan BPJS DPRD Sampang Didemo
Massa terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung (PC PMII dan DPC GMNI) Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur. Ratusan massa itu tidak terima dengan kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

Dalam aksi tersebut, sedikitnya ada tiga desakan yang disampaikan kepada para legislator di Sampang. Pertama, mendesak DPRD Sampang menolak kenaikan iuran BPJS, kedua DPRD Sampang wajib melakukan pengawasan yang ketat untuk optimalisasi sistem pelayanan.

Selain itu, mereka juga mendesak ketua DPRD Sampang dan ketua fraksi-fraksi menandatangani petisi penolakan kenaikan iuran BPJS.

Korlap Aksi Syaiful Rahman menyampaikan, langkah menaikkan iuran BPJS menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa mencari langkah solutif soal defisit yang ada di dalam tubuh BPJS.

Rahman menuding, solusi menaikkan iuran BPJS untuk kelas 1 dan kelas 2 tersebut merupakan langkah biadab yang dilakukan pemerintah. “Pemerintah tidak mau berfikir dampak yang akan ditanggung rakyat,” ucapnya, Kamis (5/9/2019).

Menurut Syaiful, kenaikan iuran yang mencapai 100 persen itu akan meningkatkan beban rakyat. “Kenaikan BPJS kelas 1 yang awalnya Rp 80 ribu menjadi Rp 180 ribu. Kemudian untuk kelas 2 naik menjadi Rp 110 ribu,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Humas BPJS Edo D. Kesdo membantah soal adanya kenaikan iuran BPJS. Sebab hingga saat ini keputusannya belum diumumkan.

“Kenaikan BPJS masih dibahas di tingkat pusat sampai sekarang belum ada pengumuman,” tandasnya.

Sementara itu, semua fraksi di DPRD Sampang menolak wacana kenaikan iuran BPJS. “Kami DPRD Sampang menolak kenaikan BPJS,” kata salah satu anggota DPRD Sampang dari fraksi PPP Moh. Iqbal Fatoni.

Pantauan maduraindepth.com, massa yang mendesak masuk ke dalam Gedung DPRD Sampang sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas. Saat ketua fraksi keluar dan menandatangani petisi penolakan iuran BPJS, massa membubarkan diri. (MH/AW)