Terkendala Sistem, Pelayanan Migrasi di MPP Bangkalan Tutup

Pelayanan Imigrasi
Warga berada di depan Kantor Pelayanan Migrasi yang tertutup di Mall Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan Plaza lantai 2, Bangkalan, Senin (1/2). (Foto: Suryadi Arfa/MI)

maduraindepth.com – Akibat terkendala sistem, pelayanan migrasi di Bangkalan ditutup, Senin (1/2). Kantor pelayanan yang diresmikan pada 3 September 2020 yang berlokasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan Plaza (Banplaz) lantai 2 itu kosong tak berpenghuni.

Pantauan tim maduraindepth.com, pemberitahuan mengenai tidak beroperasinya pelayanan hingga waktu yang tidak ditentukan terpampang di depan pintu masuk Kantor Migrasi.


“Mulai Senin, 5 Oktober 2020 pelayanan kemigrasian (paspor) diberhentikan sementara waktu sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena kendala kesisteman,” pesan yang tertulis pada pengumuman tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menjelaskan, pelayanan migrasi memang ditutup akibat ada perbaikan. Pihaknya mengaku masih melakukan koordinasi dengan Kantor Migrasi di Pamekasan agar pelayanan tersebut kembali dibuka di MPP Bangkalan.

“Sementara memang ditutup. Karena ada perbaikan-perbaikan yang harus memenuhi standar (pencatatan dan rekam),” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Senin (1/2).

Bagaimana jika ada masyarakat yang ingin membuat paspor namun pelayanan migrasi di Bangkalan tutup? Orang nomor satu di Kota Dzikir dan Shalawat itu menyarankan agar masyarakat sementara waktu mengurus di luar Kabupaten Bangkalan.

“Bisa ke Pamekasan atau Surabaya. Karena di sini tutup, nanti kami koordinasi lagi agar migrasi ini kembali beraktifitas,” tutur Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Baca juga:  Bupati Pamekasan dan Bangkalan Sambut Baik Rencana Reaktivasi Jalur Kereta di Madura

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Gufron menjelaskan, pihaknya masih menunggu fasilitasi dari pemerintah daerah (Pemda). Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan segala kebutuhan untuk membuka kembali pelayanan migrasi di Kota Salak.

“Jadi bersabarlah, kita harus tetap optimis untuk membuka kembali migrasi ini. Karena dibutuhkan masyarakat Bangkalan yang ingin mengurus umroh dan haji agar tidak lagi ke luar kota,” tutupnya. (SA/BAD)