Tak Terima Cakadesnya Kalah, 2 Warga di Sumenep Rusak Kotak Suara

0
53
Pelaku membawa celurit saat memaksa masuk ke TPS. (MR/MI)

maduraindepth.com – Murahwan (55), warga Dusun Duko dan Halim (60), warga Dusun Endana, Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Keduanya dilaporkan Hermanto (49) warga Desa Aeng Tong-tong lantaran merusak kotak suara Pilkades, Kamis (7/11/2019).

Atas dasar laporan polisi LP/191/XI/2019/JATIM/RES SMP, tanggal 9 November 2019, keduanya diamankan pihak kepolisian. Murahwan dan Halim dikenakan Pasal 335 ayat (1) Ke 1 dan Pasal 406 ayat (1), KUH Pidana, tindak pidana pengancaman.

Dijelaskan oleh Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, kronologi kejadiannya saat Pilkades di Desa Aeng Tong-tong tengah berlangsung, Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 15.20 WIB, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades Desa Aeng Tong-tong dimulai penghitungan suara Dusun Gendis.

“Tiba-tiba Murahwan datang dengan membawa celurit lalu masuk ke TPS dan langsung menebaskan celuritnya ke kotak suara Dusun Gendis,” ungkap Widiarti dalam rilisnya, Ahad (10/11/2019).

Widiarti menjelaskan, penghitungan suara sempat dihentikan sementara. Bahkan, panitia yang berada tak jauh dari kotak suara tersebut menyingkir saat Murahwan memainkan celuritnya di depan kerumunan warga.

“Murahwan ini mengatakan pada warga sembari mengacungkan celuritnya, (Saya ditipu pak), kata Murahwan. Sehingga, pihak kepolisian yang dibantu warga lainnya langsung dengan spontan mengamankan Murahwan untuk dibawa keluar TPS,” ungkap mantan Kapolsek Kota Sumenep ini.

Sementara Halim, yang ikut membantu Murahwan, mengancam warga untuk tidak memilih dukungan selain mendukung pasangan Calon Kepala Desa (Cakades) yang diusungnya itu.

“Halim ini mengancam kepada warga, jika Cakades yang diusungnya itu kalah, maka jangan harap Dusun Endana aman. Sebab, kata Halim, siapapun orang yang berusaha memenangkan Cakades yang bukan dukungannya itu akan menjadi musuhnya,” tutur Widiarti, menerangkan hasil kejadian tersebut.

Untuk diketahui, Murahwan dan Halim adalah tim sukses dari Cakades nomor urut 02 di Desa Aeng Tong-tong, yang mana saat prosesi penghitungan suara, hasil sementara Cakades nomor urut 01 unggul. Sebab itu, Murahwan dan Halim langsung masuk ke TPS dan merusak kotak suara Dusun Gendis.

“Dari kejadian tersebut, warga merasa ketakutan. Sebab, hasil akhir penghitungan, Cakades nomor urut 02 kalah, dan kotak suara untuk Dusun Gendis rusak,” pungkasnya. (MR/AW)