Suhu Udara di Madura Meningkat, Begini Penjelasan BMKG

0
132
Cuaca Madura
Ilustrasi.

maduraindepth.com – Memasuki bulan November 2019 suhu udara di Madura meningkat. Seperti di Kabupaten Sumenep, belakangan ini cuacanya sangat panas. Disebutkan, suhu udara mencapai 35 derajat celcius.

Dituturkan Sri (25) warga Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, karena cuaca panas dirinya tidak berani keluar beraktivitas pada siang hari. “Iya sangat panas, tidak berani beraktivitas di siang hari. Takut gosong,” katanya.

Hal yang sama juga dialami Nurul Anwar warga asal Jl. Pemuda, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang. Menurutnya, beberapa hari ini cuaca di Sampang panas menyengat.

“Tidak cuma siang hari saja, malam juga panas, gerah,” ucapnya.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai hal ini, berikut penjelasan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Kalianget, Sumenep Usman Khalid menjelaskan, suhu udara di Sumenep beberapa hari ini meningkat lantaran posisi matahari berada di lintang selatan. Akibatnya penyinaran matahari secara langsung lebih lama daripada biasanya.

Kemudian pada siang hari, cuaca cenderung lebih cerah dan tidak berawan. Sehingga ketika posisi matahari tepat berada diatas, akan secara langsung diterima oleh bumi

“Maka dari itu, panas matahari akan sangat terasa. Lantaran tidak ada awan yang menghalangi,” jelasnya.

Namun demikian, BMKG mencatat suhu udara yang mencapai 35 derajat celcius itu relatif normal. Pihaknya menghimbau masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak tekena dampak panas yang berlebihan.

“Perbanyak mengkonsumsi air. Utamanya pada saat siang hari, agar tidak dehidrasi,” terangnya.

Khalid menambahkan, tingginya suhu udara tersebut merupakan hal yang wajar. Apalagi bulan Oktober merupakan puncak tingginya suhu udara.

Pihaknya memperkirakan suhu udara akan menurun saat memasuki bulan November. Dimana pada bulan Novembr ini musim penghujan akan datang. (MR/MH)