banner auto

Spanduk Penolakan Kelompok Salafi Wahabi Muncul di Sampang Madura

Pengendara motor melintas di depan spanduk penolakan pembangunan markas salafi wahabi di Sampang, Madura, Sabtu (20/8). (FOTO: Agus Wedi/MI)

maduraindeph.com – Spanduk berisi penolakan pembangunan markas salafi wahabi terpasang di wilayah kota Sampang. Sekitar pukul 06.30 Wib, spanduk tersebut terlihat di jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Sabtu (20/8).

Pantauan maduraindeph.com, spanduk tersebut terpampang di depan lahan seluas 5.500 meter persegi. Di lahan yang berlokasi di pinggir jalan raya itu, terlihat pondasi dasar dan bahan material.

Moh. Yusuf (35), salah satu warga sekitar mengaku kaget dan tidak mengetahui adanya spanduk penolakan faham salafi wahabi. “Saya kaget juga, ketika lewat spanduk itu tiba-tiba sudah ada,” katanya.

Menurutnya, keberadaan spanduk penolakan tersebut perlu diklarifikasi kepada pihak terkait, khususnya pemilik lahan. Sebab, beredar informasi di bawah, bahwa di lokasi itu ditengarai akan dibangun lembaga pendidikan kelompok salafi wahabi.

“Ini harus diklarifikasi langsung pada pemilik tanah, agar informasinya jelas dan tidak bias di kalangan warga Banyuanyar,” imbuhnya.

Yusuf menambahkan, selama ini masyarakat Sampang khususnya warga kelurahan Banyuanyar hidup tenang dan damai. Aktifitas ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya, seperti tahlilan, pengajian dan sholawatan pun berjalan normal.

“Selama ini hubungan masyarakat baik-baik saja. Semua kegiatan keagamaan yang ada berjalan baik sebagaimana mestinya, karena mayoritas di sini warga Nahdliyin,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Sampang, Faisol Ramdhoni menyatakan, jika rencana pembangunan lahan markas Salafi Wahabi itu benar, maka warga Sampang patut waspada. Bahkan, kalau perlu menolaknya. Sebab, kata dia, kebanyakan tersangka teroris yang ditangkap Densus 88 Polri dan BNPT merupakan pemeluk Islam dengan latar belakang mazhab Wahabi dan Salafi.

Baca juga:  Densus 88 Tangkap ASN Guru SD di Sampang, Diduga Terlibat Jaringan JI

“Mari jaga Sampang ini bersama-sama. Jangan sampai kota ini dijadikan tempat perkembangbiakan terorisme di Indonesia,” tegasnya. (AW/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto