“Sistem Pemilu Amerika Serikat” Jadi Tema Diskusi Online KPU Sampang

Sistem Pemilu Amerika Serikat KPU Sampang
Diskusi online "Sistem Pemilu Amerika Serikat" yang digelar KPU Sampang ditayangkan di kanal YouTube/KPU SAMPANG, Kamis (11/2). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang menggelar diskusi online dengan tema “Sistem Pemilu Amerika Serikat”, Kamis (11/2) pagi. Diskusi melalui zoom ini merupakan upaya untuk menambah wawasan tentang pemilu yang ideal dan aman.

Hadir dalam diskusi daring tersebut Dylan Hoey, Wakil Kepala Bidang Politik dan Ekonomi di Konsulat Jenderal (Konjend) AS di Surabaya. Ia menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar mulai jam 08.00-09.30 WIB tersebut. Sementara Siti Aisyah Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sampang tampil sebagai host.


Ditemui usai acara, Siti Aisyah menyampaikan, diskusi daring tersebut diikuti oleh akademisi, KPU se-Jatim, organisasi masyarakat dan pemantau Pemilu yang ada di Sampang. Menurutnya, sistem pemilu di Amerika Serikat (AS) menjadi topik yang tepat dalam diskusi online tersebut sebagai perbandingan untuk Pemilu di Indonesia.

“Apalagi pemilu AS menjadi perhatian dunia, sehingga pembicaraan diskusi online ini membahas tentang sistem pemilu, penyelenggaraan pemilu, juga seperti apa pengawasan ketika terjadi perselisihan saat Pemilu di AS,” terang Aisyah.

Aisyah berpendapat, dunia Pemilu tidak ada batasnya selalu dinamis. Sehingga mengupdate informasi sekitar Pemilu merupakan hal yang harus dilakukan bangsa Indonesia.

“Jadi ini menjadi bahan masukan bagi kita warga Indonesia, khususnya warga Sampang untuk menambah wawasan tentang dunia Pemilu yang baik dan aman,” katanya.

Baca juga:  Perbakin Sampang Ikuti Lomba Menembak, Satu Atlet Masuk Peringkat Nasional

Di samping itu, yang perlu dipelajari dari Pemilu AS adalah nilai demokrasi yang sudah tertanam di masyarakat. Di AS, kata Aisyah, menjamin hak segala bangsa untuk menggunakan hak pilihnya serta menghormati setiap calon ketika menang atau kalah.

“Penegakan hukumnya sangat konsisten sehingga nilai demokrasi dan sistem pengawasannya sangat maju,” ucapnya.

Aisyah juga menyinggung soal kuantitas partisipasi warga Sampang tentang politik yang dianggap sangat tinggi. Namun dari sisi kualitas dia memandang bahwa di Sampang masih minim dan perlu ditingkatkan lagi.

“Terbukti dengan banyaknya pelanggaran saat proses Pemilu dilakukan di Kota Bahari ini, seperti sebelumnya ada Pemungutan Suara Ulang (PSU), itulah yang kemudian menjadi pekerjaan rumah untuk lebih meningkatkan lagi pendidikan demokrasi di Sampang, supaya tidak terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran yang sama,” ujarnya.

Ia berharap semoga masyarakat Indonesia khususnya warga Sampang lebih menambah wawasan tentang dunia Pemilu. “Melihat bagaimana pemilu yang ada di AS, belajar serta selalu update informasi sekitar Pemilu,” pungkasnya. (Alim/MH)