Seorang Bocah Tewas Setelah Tersengat Aliran Listrik Saat Bermain di Lokasi Banjir

Bocah Tewas di Lokasi Banjir
Bocah tewas setelah tersengat listrik di lokasi banjir Pamekasan dievakuasi menggunakan perahu karet. (FOTO: hil/MH)

maduraindepth.com – Seorang siswa SD tersengat aliran listrik saat mandi di luapan banjir air sungai yang menggenangi Jalan Bhayangkara, RT 05, RW 02, Dusun Timur, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bocah malang tersebut berinisal R, warga Dusun Tengah, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan. Informasi warga setempat, bocah itu diketahui masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD).


Kepala Dusun Timur, Desa Laden, Andika mengatakan, sebelum tersengat listrik, bocah itu terlihat mandi dan berenang di luapan banjir air sungai bersama teman seusianya.

Namun, saat dirinya sedang khusuk mengamankan sejumlah perabotan rumahnya dari luapan banjir, tiba-tiba terdengar suara teriakan warga minta tolong ada yang tenggelam.

Sontak, dirinya langsung berenang dari rumahnya ke lokasi suara dan langsung melakukan pencarian anak yang tenggelam tersebut.

Setelah tiba di lokasi sumber teriakan, berdasarkan keterangan warga setempat, sebelum bocah itu tenggelam, sempat tersetrum aliran listrik kabel Telkom yang menggelantung ke bawah.

“Saat saya tiba di lokasi anak itu kesetrum, saya langsung naik ke tembok untuk menarik kabel yang masih menempel di tangan korban, lalu saya tarik,” katanya saat diwawancarai di lokasi kejadian, Sabtu (19/12).

Tak menyangka, kabel yang dipegang Andika juga sempat menyetrum dirinya hingga hampir terpental. Namun, untung saja, ia langsung sigap melepas.

Baca juga:  Bulan Maulid Harga Buah Naik, Abd Hannan: Kalau Harga Sate Saya Tahu

Setelah kabel itu berhasil ditarik oleh dia, bocah yang sempat tenggelam dengan kondisi tangan masih memegang kabel, seketika langsung naik ke permukaan.

“Lalu saya buang kabelnya, langsung saya angkat anak itu,” ceritanya.

Menurutnya, saat bocah itu dievakuasi dari air, kondisinya sudah sangat lemas dan tidak sadar.

Minta Pertolongan Babinsa

Lalu, pihaknya langsung meminta pertolongan Babinsa setempat untuk membawa bocah itu ke Puskesmas terdekat agar mendapatkan perawatan.

Tak berlangsung lama meminta bantuan, Babinsa setempat langsung datang beserta timnya membawa perahu karet. Korban langsung dievakuasi dari air dengan cara diangkut pakai perahu karet.

“Kondisi anaknya saat ini masih belum tahu perkembangannya, karena oleh Babinsa setempat langsung segera dievakuasi dan ditaruh di perahu karet,” ungkapnya.

“Tapi, saat saya angkat dari air, anaknya lemas dan tidak sadar,” sambungnya.

Dirinya menduga, kabel yang menyetrum bocah itu adalah kabel telepon. Saat dirinya melakukan evakuasi terhadap korban, kabel tersebut terlihat putus dan menggelantung ke bawah.

“Saat saya melakukan evakuasi, kabel tersebut terlihat menempel di tangan anak yang tenggelam itu. Kejadiannya kisaran pukul 09.00 WIB,” katanya. (hil/MH)