Selamat Hari Relawan Internasional Dari Mahasiswi Shandong University

0
150
Laili Nadhifatul Fikriya (berjilbab) bersama teman-temannya mahasiswa Shandong University, China. (Laili Fikriya for MI)

maduraindept.com – Hari relawan internasional memiliki arti tersendiri bagi Laili Nadhifatul Fikriya. Founder Sampang Youth Movement itu menganggap hari relawan sedunia penting sebagai bentuk ajakan untuk menyebarkan semangat kemanusiaan.

Laili sendiri sudah enam tahun bergabung sebagai relawan kemanusiaan. Bahkan, dia pernah menjadi salah satu relawan dalam pagelaran Asian Para Games beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang relawan, anak pertama dari pasangan Alm. Ahmad Khoiri dan Sri Astutik itu beranggapan bahwa menjadi relawan adalah pekerjaan kemanusiaan.

“Volunteer atau menjadi relawan buat saya tidak hanya tentang bekerja tanpa dibayar tetapi lebih kepada kebahagiaan berbagi. The more we give, the happier I am. Karena saya sadar bahwa hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (5/12).

Laili mengaku banyak hal yang menginspirasinya untuk menjadi relawan. Salah satunya adalah program Indonesia mengajar. Menurut dia, program tersebut memiliki efek yang sangat positif, terutama untuk perbaikan pendidikan di Indonesia.

“Bagaimana mereka menghidupkan lilin-lilin kecil di pelosok desa, memupuk semangat dan harapan untuk pendidikan yang lebih baik. Indonesia mengajar memotivasi saya untuk membuat sebuah komunitas yang bernama Sampang Youth Movement yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan,” kata wanita yang saat ini sedang menjalani program paska sarjana di Shandong University, China itu.

Selain itu, wanita yang tinggal di Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Sampang ini juga mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di Sampang. Menurut dia, sektor pendidikan di Sampang butuh banyak perbaikan.

“Banyaknya anak yang putus sekolah karena ekonomi di Sampang, memacu semangat saya untuk berbagi semangat dan pengetahuan bahwa sekolah tidak harus kaya dan mahal. Banyak kesempatan yang bisa kita coba untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Laili mengucapkan terimakasih kepada rekannya sesama relawan dimanapun berada. Selain itu, dia berharap agar pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah, bisa hadir bersama relawan untuk pembangunan daerah yang lebih baik.

“Untuk para penggerak dan relawan diluar sana tetaplah menjadi individu yang tak ternilai. Dan saya berharap kepada pemangku kebijakan atau pemerintah agar tidak mempersulit kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh setiap komunitas atau relawan tertentu karena jika kita tidak berjalan bersama dan bergandengan maka tidak akan ada yang namanya perubahan,” pungkasnya. (AJ/AW)