Ribuan Warga Pulau Mandangin Meriahkan Petik Laut dan Selamatan Desa

0
473
Rokat Tase' Pulau Mandangin
Ribuan warga memadati dermaga Pulau Mandangin guna ikut serta iring-iringan prosesi larung jitek. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Ribuan warga pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tumpah ruah di sepanjang bibir pantai untuk mengikuti tradisi rokat tase’ atau petik laut. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara selamatan desa yang dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Mandangin, Sabtu (14/12/2019).

Kepala Desa (Kades) Pulau Mandangin, Saiful Anam menjelaskan, mayoritas sumber penghasilan warga Pulau Mandangin adalah hasil melaut. Digelarnya tradisi petik laut merupakan salah satu cara para nelayan di Pulau Mandangin mensyukuri nikmat Tuhan yang Maha Esa.

Menurutnya, tradisi petik laut atau rokat tase’ sama sekali tidak bertentangan dengan agama. Pasalnya, jitek yang dilarung di tengah laut bukan sesajen yang selama ini dipahami oleh masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, lanjut Saiful, warga Pulau Mandangin bisa menjalin kebersamaan dan memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sesama warga kepulaun. “Tradisi petik laut ini merupakan budaya lokal yang harus dilestarikan,” ujarnya.

Pulau Mandangin Rokat Tase'
Prosesi larung jitek di tengah laut. (Foto: MH/MI)

“Petik laut ini untuk menjalin dan mempererat hubungan kemanusiaan, persahabatan serta persaudaraan sebangsa setanah air, ini tujuannya,” terang Saiful Anam saat memberi sambutan.

Saiful berharap, melalui wasilah (perantara) petik laut ini semoga Tuhan yang Maha Kuasa melimpahkan nikmat-Nya dan hasil tangkapan para nelayan tambah melimpah. “Semoga masyarakat di Pulau Mandangin diberikan kemudahan dan kemakmuran oleh Allah Ta’ala,” tuturnya berharap.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menilai, tradisi petik laut atau rokat tase’ ini perlu dilestarikan karena merupakan warisan budaya leluhur. Disamping itu, menurutnya kegiatan rokat tase’ ini juga bisa menarik perhatian wisatawan, sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal.

Dijelaskannya, kegiatan yang digelar selama tiga hari ini sepenuhnya dibiayai oleh Husky CNOOC Madura Limited (HCML). Diutarakan Abdullah Hidayat, HCML jangan hanya kali ini saja memberdayakan masyarakat Pulau Mandangin.

Pulau Mandangin Rokat Tase'
Iring-iringan kapal nelayan di tengah laut saat rokat tase’ atau petik laut. (Foto: MH/MI)

Dia berharap, untuk tahun-tahun berikutnya HCML bisa ikut berpatisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat (PPM). “CSR-nya tidak hanya tahun ini saja. Mudah-mudahan di tahun berikutnya ada sumber dana dari HCML,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan rokat tase’ ini ada beberapa rangkaian acara yang terlaksana. Diantaranya, Khotmil Qur’an,