Puskesmas Kedungdung Bersama Tim Sebar Beriman Lakukan Bedah Rumah

Puskesmas Kedungdung
Kepala Puskesmas Kedungdung Zahruddin bersama tim saat mengunjungi kediaman Rokim. (FOTO: RIF/MI).

maduraindepth.com – Sebagai wujud pengabdian masyarakat, Puskesmas Kedungdung mulai menerapkan program amil zakat. Inovasi tersebut merupakan salah satu cara memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Program amil zakat tersebut diberlakukan setiap hari Senin. Caranya, setiap pegawai Puskesmas Kedungdung memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak amal yang sudah dipersiapkan.


Program yang digagas oleh kepala Puskesmas Kedungdung, Zahruddin tersebut disebut dengan Senin Barokah. Uang yang berhasil dikumpulkan dari kotak amal tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan pembelian obat-obatan, maupun tambahan makanan bagi pasien kurang mampu.

Sehingga pasien yang kurang mampu tidak perlu memikirkan biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan dan pembelian obat-obatan. Tak hanya itu, melalui program Senin Barokah itu Puskesmas Kedungdung juga melakukan bedah rumah warga yang kurang mampu.

Program Senin barokah ala Puskesmas Kedungdung bukan isapan jempol semata. Pada Ahad (15/11) lalu, pihak Puskesmas bersama tim Sebar Iman melakukan survei lokasi rumah warga yang akan dibedah.

Rumah yang menjadi target bedah adalah milik Rokim, ayah Hermansyah balita yang mengidap penyakit paru dan gizi buruk. Rumah Rokim sendiri beralamat di Dusun Kloykoi, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura.

“Untuk hal ini kami juga melakukan kolaborasi dengan pemerintahan desa dan pemuda desa,” tutur Kepala Puskesmas Kedungdung Zahruddin kepada maduraindepth.com, Senin (16/11) kemarin.

Baca juga:  Soal Rumdin, Pemkab Sampang Beri Perpanjangan Waktu

Zahruddin mengatakan, kegiatan bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kebetulan dirinya menjadi seorang Kepala Puskesmas Kedungdung.

“Kami peduli karena saya dan tim merupakan pihak yang mendampingi, merawat dan melihat langsung kondisi keluarga ini, sehingga kami punya keinginan membantu mereka,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk membantu rumah milik Rokim, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 15 juta. Sedangkan dana yang sudah ada hanya sekitar 50 persen.

“Insya Allah sambil jalan atau dikerjakan kita bersama teman-teman pemuda akan berusaha untuk mengumpulkan kekurangan dana dari teman-teman donatur,” katanya.

“Doakan saja semoga lancar dan bisa memberikan tempat yang layak huni kepada keluarga ini, di dalamnya ada seorang balita yang mengidap penyakit paru dan gizi buruk, sehingga membutuhkan perawatan secara intensif,” tambahnya. (RIF/MH)