Puluhan Pelajar di Pulau Mandangin Dilatih Tanggap Bencana

Tagana Masuk Sekolah
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial PPPA Sampang, Erwin Elmi Syahrial, menyerahkan sertifikat kepada Kepala Sekolah SMPN 5 Sampang Drs. Syafiuddin, Rabu (21/9). (Foto: Agus Wedi/MI)

maduraindepth.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mengunjungi SMPN 5 Sampang di Pulau Mandangin, Rabu (21/9). Kunjungan itu dalam rangka mengedukasi pelajar tentang Sekolah Aman Bencana. Sebanyak 50 pelajar tingkat SMP/SMA dilatih untuk tanggap dan siaga bencana.

Para pelajar mendapatkan pemaparan dari Relawan Tagana dan Tim Reaksi Cekat (TRC) BPBD Sampang tentang macam-macam bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tak hanya itu, narasumber juga mengajak pelajar melakukan simulasi menghadapi bencana.

Kepala Dinas Sosial PPPA Sampang, Mohammad Fadeli, melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Erwin Elmi Syahrial, menjelaskan, Tagana Masuk Sekolah (TMS) merupakan program sinergis antara Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pendidikan. Program itu, kata Erwin, implementasi dari surat edaran bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 4/2019 dan Menteri Sosial RI Nomor 1/2019 tentang mitigasi kebencanaan di satuan pendidikan melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).

“Kegiatan TMS ini bertujuan memperkenalkan bencana kepada para pelajar agar mereka selalu sigap dan tanggap terhadap kemungkinan adanya bencana,” jelasnya.

Kegiatan TMS, sambung Erwin, menjadi gerakan nasional untuk menyiapkan generasi sadar bencana dan siap siaga jika terjadi bencana. Karena itu, perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak agar program ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

“Kita sadar, bencana bisa datang kapan saja. Melalui edukasi mitigasi bencana TMS ini, kita harap masyarakat makin tanggap bencana sehingga dapat mengurangi dampak dari bencana tersebut,” ujarnya.

MoU Sekolah dengan Dinas Terkait

Kepala SMPN 5 Sampang, Drs. Syafiuddin, menyambut baik program TMS. Menurutnya, perlu ada MoU antara lembaga pendidikan dengan Dinsos PPPA dan BPBD. Dengan begitu, kata dia, program TMS bisa berkelanjutan.

“Syukur-syukur kalau nantinya program TMS ini bisa menjadi mata pelajaran tambahan di sekolah-sekolah. Karena payung hukumnya sudah ada, yaitu surat edaran bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4/2019 dan Menteri Sosial RI nomor 1/2019,”  ucapnya.

Sementara, Intan Nur Aini, siswi SMPN 5 Sampang berterima kasih kepada BPBD dan Dinsos PPPA. Kata dia, kegiatan mitigasi dan pelatihan tanggap bencana sangat penting dalam menghadapi ancaman bencana. “Semoga ini bermanfaat bagi kami dan masyarakat sekitar,” harapnya. (AW/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info