Perkuat Tridharma, UTM Tandatangani MoU Dengan NAPS Australia

Kampus UTM MoU NAPS australia
Penandatanganan Mou antara UTM dengan NAPS Australia. (Foto: Romi/MID)

maduraindepth.com – Dalam rangka memperkuat Tridharma perguruan tinggi, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan The National Academy Of Profesional Studies (NAPS) Australia. Pada kesempatan itu, pihak NAPS juga ingin perkuat Prodi Bisnis Islam dengan mendatangkan dosen dari UTM ke Australia.

Wakil Rektor (Warek) 1 UTM, Achmad Amzeri menyampaikan, bahwa hal tersebut sesuai dengan visi dan misi rektor UTM saat ini. Menurut dia, nantinya melalui kerjasama tersebut akan diadakan program pertukaran mahasiswa dalam negeri dan luar negeri.

“Nanti mahasiswa dari NAPS akan datang ke UTM selama satu bulan lamanya terkait penelitian, pengabdian dan pendidikan,” tuturnya, Senin (22/5).

Dalam kerjasama tersebut, bagi dosen UTM yang memiliki kemampuan dalam mengajar bisnis dengan cara Islam akan diberikan kesempatan mengajar kepada mahasiswa di NAPS Australia. “Kita mulai menata dan pengimplementasian secara nyata sesuai visi misi dari Bapak Rektor. Semoga nantinya pada tahun 2025-2026 kita berada di top rangking Nasional maupun Internasional,” ujarnya.

Kampus UTM MoU NAPS australia
Foto bersama usai penandatanganan Mou antara UTM dengan NAPS Australia. (Foto: Romi/MID)

Sementara itu, Presiden dan CEO NAPS, Prof Sam Blay mengatakan, pihaknya sudah sering mengunjungi kampus UTM. Menurutnya, memilih UTM untuk bekerjasama dalam mengajar bisnis Islam di NAPS dikarenakan kampus tersebut memiliki potensi yang bagus.

“Ini merupakan bisnis islamic yang tidak ada lagi di Australia. Memang saya sering ditanya mengapa harus bisnis islam, karena disana jarang memiliki gelar mengenai bisnis islam,” jelasnya.

Baca juga:  Hasil Penelitian Komunitas OPTIK UTM, Selat Madura Tercemar Mikroplastik

Kata Sam Blay, tidak harus orang muslim yang belajar mengenai bisnis Islam. Tapi, juga orang non-muslim wajib tahu bagaimana bisnis Islam tersebut.

“Saya harap mahasiswa UTM setelah lulus bisa melanjutkan ke NAPS, jadi bisa memiliki dua gelar. Kerjasama ini merupakan permulaan, semoga ada prospek dan nanti kita kerja sama dengan projek yang baru,” pungkasnya. (RM/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *