Pemilik Gudang UD Yudha Tama ART Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tersangka Latifa menggunakan masker saat dilakukan konferensi oleh Polres Sumenep. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Sejak dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) adanya beras oplosan yang di gudang produksi UD Yudha Tama ART, di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, pada 26 Februari 2020 lalu, akhirnya pihak kepolisian Polres Sumenep menetapkan satu tersangka.

Tersangka tersebut tak lain adalah pemilik gudang, sekaligus pengelola atas nama Latifa (40). Selanjutnya, pihak kepolisian akan mendalami kasus tersebut apakah masih ada keterkaitan dengan pihak lain atau tidak.


“Perbuatan melanggar hukum dengan mengoplos beras premium dengan beras biasa. Tersangka juga menyemprotkan cairan aroma pandan,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supariadi, Jumat (20/3).

Dalam pemeriksaan selama satu bulan itu, penyidik menyimpulkan perbuatan yang dilakukan tersangka melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang perdagangan. “Kita jerat pasal berlapis. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Deddy.

Dalam rilisnya, polisi juga menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka yang terdiri dari karung beras, alat timbang, cairan pandan, dan beras oplosan siap edar.

Sementara, diketahui beras oplosan yang ditemukan akan diedarkan ke Pulau Giligenting. Ditanya soal keterlibatan pihak Bulog, Deddy mengatakan bahwa UD Yudha Tama ART hanya membeli saja.

“Jadi ke pihak Bulog dia hanya membeli saja, namun tidak mengatakan beras akan dicampur dengan beras lain untuk diproduksikan lagi,” pungkasnya. (MR/AJ)