Mudahkan Peziarah Berkunjung ke Bhuju’ Napo, Kades Bangun Gapura

Bhuju' Napo Gapura Desa Napo Laok
Gapura menuju Bhuju' Napo yang dibangun oleh Kades Napo Laok Abdul Basit menggunakan Dana Desa (DD), Kamis (5/11). (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Saat ini para peziarah yang hendak berkunjung ke pesarean Bhuju’ Napo tidak perlu bingung atau nyasar lagi. Pasalnya Kepala Desa (Kades) Napo Laok Abdul Basit sudah membangun gapura tepat di pintu masuk menuju salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Sampang tersebut.

Kades Napo Laok, Abdul Basit menegaskan pembangunan gapura tersebut tujuannya untuk memudahkan para pengunjung yang punya hajat berziarah ke Syekh Abdul Jabbar atau lebih dikenal Bhuju’ Napo. Terutama bagi para peziarah yang berasal dari luar daerah Sampang.


“Gapura ini dibangun agar peziarah tidak kesasar saat menuju Desa Napo untuk berziarah ke Syaikh Abdul Jabbar atau Buyut Napo,” tuturnya pada wartawan maduraindepth.com, Kamis (5/11).

Semula, sambungnya, untuk memudahkan para peziarah berkunjung ke pesarean Bhuju’ Napo, pihaknya menandai pintu masuk dengan memasangkan plakat. Plakat tersebut berbentuk papan nama yang relatif kecil.

“Namun karena kurang besar dan kurang maksimal banyak peziarah yang tidak melihat papan nama tersebut,” sambungnya.

Abdul Basit melaporkan, pembangunan gapura tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp 60 juta. Diharapkan, pembangunan gapura menuju Bhuju’ Napo tersebut juga bisa memperkenalkan desanya kepada para peziarah.

Apalagi, lanjut Basit, di Desa Napo Laok selain memiliki destinasi wisata religi juga memiliki tradisi dan budaya yang hingga kini masih tetap dilestarikan. Seperti adanya budaya macopat dan tradisi ngoras somber yang dilaksanakan tiap tahun.

Baca juga:  Gagal Nyaleg, RSUD Sampang Siapkan Layanan Gangguan Kejiwaan

Bahkan, pada tahun depan pihaknya sudah merencanakan akan memasang deskripsi singkat tentang situs sejarah dan budaya yang ada di Desa Napo Laok. Hal ini dilakukan tidak lain semata untuk memperkenalkan desanya kepada khalayak.

“Tujuannya supaya peziarah dan masyarakat lebih mengenal apa saja yang ada di Desa Napo,” kata Kades yang masih keturunan ke 12 dari Bhuju’ Napo atau Syekh Abdul Jabbar.

Basit menegaskan, pihaknya juga merencanakan mengembangkan potensi yang ada di desanya, termasuk sektor pertanian. Dalam hal ini dia akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar).

“Sementara ini belum ada komunikasi lebih lanjut, namun semoga apa yang kita rencanakan dapat segera dilaksanakan dengan baik,” harapnya. (RIF/MH)