Madura Tempo Doeloe Gelar Selamatan Tajin Sorah

Tajin Sorah
Ter-ater tajin sorah. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Hari asyura merupakan hari ke sepuluh pada bulan Muharram dalam kalender hijriyah. Di Madura biasanya masyarakat membuat tajin sorah (nasi bubur yang dibuat pada hari Asyura) dan dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Tradisi tahunan ini nampaknya masih bisa dijumpai di Madura hingga kini. Pada Sabtu (5/9) kemarin, elemen masyarakat di kota Bahari yang bergabung dalam komunitas Madura Tempo Doeloe (MTD) menggelar selamatan tajin sorah.


Perayaan bertempat di pebabaran Pangeran Trunojoyo. Tepatnya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Sampang Kota. Semua anggota MTD diundang dan berkumpul menikmati sajian tajin sorah.

Sebelum tajin sorah disajikan, doa-doa dipanjatkan sebagai satu bentuk permohonan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam doa-doa itu, mereka bermunajat agar Kabupaten Sampang dijauhkan dari marabahaya dan angkara murka.

“Acara doa bersama yang digelar MTD Trunojoyo sederhana. Tujuannya untuk memohon keridloan Allah Ta’ala agar Sampang dijauhkan dari marabahaya, bencana alam, wabah penyakit, serta pangeran Trunojoyo ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Ketua MTD Sampang, Raden Ahmad Fauzan didampingi wakil ketua, Bagus Sulton dan H Daiman.

Tajin sorah yang dibuat Nyai Ageng Trunojoyo MTD Sampang tak hanya disajikan pada undangan yang hadir. Tapi juga diantarkan kepada warga sekitar.

Di balik perayaan tajin sorah tersebut, harapannya selalu diberikan keberkahan oleh Allah Ta’ala dan doa-doa yang dipanjatkan dikabul.

Baca juga:  Grebek Tajin Sorah

“Semoga Sampang hebat bermartabat juga terwujud,” ucapnya. (RIF/MH)