Ketua PCNU Sampang Protes Nama KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah Indonesia

Nama KH Hasyim Asyari Sejarah Indonesia
Ketua PCNU Sampang KH. M. Itqon Bushiri. (FOTO: Agus Wedi/MI)

maduraindepth.com – Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH. M. Itqon Bushiri memprotes penghapusan nama KH. Hasyim Asy’ari dari Kamus Sejarah Indonesia jilid I yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami sangat kecewa, kenapa bangsa ini mudah melupakan jasanya. Sementara beliau berjuang demi bangsa ini dengan berdarah-darah saat melawan penjajah,” tegas Kiai Itqon saat diwawancara maduraindepth.com, Sabtu (24/4).


Menurutnya, adagium bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawan kini sudah hilang dari tubuh bangsa Indonesia. Sebab dalam Kamus Sejarah Indonesia yang terdiri dari dua jilid yang diterbitkan Kemendikbud itu tidak mencantumkan kiprah pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari.

“Katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan, ternyata bahasa itu mulai terkikis,” ujarnya.

Kiai Itqon menegaskan, meski Kemendikbud mengatakan bahwa naskah itu disusun sejak 2017 lalu, pihaknya tetap mengecam atas tindakan penghapusan nama KH. Hasyim Asy’ari. Sebab menurutnya walaupun disebutkan terkuaknya pada 2021, tidak menutup kemungkinan akan ada yang cuci tangan.

“Semuanya akan cuci tangan nanti, wah bukan kami yang buat, kami tahunya sekarang, itu semuanya akan begitu nanti, cuci tangan banyak-banyak,” tuturnya.

Kiai Itqon menganggap, tidak dicantumkannya nama KH. Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia merupakan upaya menghilangkan putra terbaik bangsa ini. “Ini semua memalukan bangsa (Indonesia) yang besar,” tuturnya.

Baca juga:  Berikut 3 Sikap PCNU Sampang Terkait Implementasi Kesepakatan Ulama-Umara Cegah Covid-19

“Iktikad bangsa ini mulia karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan mengenang jasa-jasanya, tapi kenapa kok bisa menghilangkan nama tokoh besar itu,” sambungnya.

Kiai Itqon menegaskan, pihaknya sangat menghargai Kemendikbud yang menemui Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) untuk mengklarifikasi hilangnya nama KH. Hasyim Asy’ari dari Kamus Sejarah Indonesia. “Tapi ingat, kami bisa memaafkan tapi tidak akan pernah melupakan,” tegasnya.

“Kami akan mengawal terus perjuangan bangsa ini,” tutupnya. (Alim/MH)