Kepala Kemenag Beberkan Tiga Sektor yang Harus Diprioritaskan dalam Muskercab I PCNU Sampang

Muskercab PCNU Sampang Kemenag
Kepala Kantor Kemenag Sampang H. Pardi. (Foto: Kemenag Sampang for MI)

maduraindepth.com – Menjelang terlaksananya musyawarah kerja cabang (Muskercab) ke – I PCNU Sampang mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, H. Pardi.

“Kami menyambut baik adanya Muskercab NU Sampang. Sebab melalui Muskercab ini ada forum bagi para kiai, ustad dan pengurus di tubuh NU untuk merapatkan barisan dan bisa mendukung penuh atas upaya mewujudkan dan menebalkan kembali semangat untuk ber-NKRI,” ucapnya pada maduraindepth.com, Kamis (27/8) malam.


Pardi menyampaikan, PCNU Sampang punya tiga garapan besar atas Muskercab I PCNU Sampang yang akan dilaksanakan pada Ahad (30/8) mendatang. Tiga garapan tersebut meliputi sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

“Tiga-tiganya adalah sektor yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu bagian terpenting dari upaya pemberdayaan dan untuk mencerahkan derajat masyarakat. Apalagi, di Kabupaten Sampang indeks pembangunan manusia (IPM) masih rendah.

Kemudian dalam sektor ekonomi, lanjut Pardi, PCNU Sampang juga harus mengambil peran untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia mengatakan, di Sampang sampai saat ini masih terdapat label sebagai kabupaten miskin.

“Miskin itu kaitannya dengan ekonomi. Nah, NU harus mengambil bagian ini agar ekonomi masyarakat bergerak,” tutur Pardi.

Sementara untuk sektor kesehatan, kata Pardi, derajat kesehatan masyarakat di Kota Bahari ini masih rendah. Sehingga hal ini menurutnya juga menjadi bagian kepentingan PCNU Sampang yang sangat mendasar.

Baca juga:  Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Hingga September 2020

“Kita juga berada pada level yang termasuk stunting,” imbuh dia.

Pardi mengungkapkan, menjelang satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), tiga sektor tersebut sudah saatnya menjadi bagian penting yang harus diprioritaskan. Sebab menurutnya, dalam sektor tersebut hingga saat ini masih belum ada kesinambungan.

Tidak kalah penting, lanjut dia, menuju satu abad NU, PCNU Sampang juga harus bisa mempertahankan dan merawat budaya islami. Sebab budaya islami tersebut, kata Pardi, saat ini sudah mulai mengalami degradasi.

Dia mencontohkan, budaya NU yang mengalami degradasi adalah ada seorang pemuda mengaku warga NU. Namun dia tidak mencerminkan perilaku warga NU.

“Sehingga anak-anak muda kita yang notabene NU, tetapi pengertian, pemahaman, tingkah laku yang benar-benar nahdliyyah itu mulai menghilang,” ungkapnya.

“Budaya NU itu yang paling melekat, anak muda ketika bertemu orang tua itu pasti cium tangan. Itu yang harus dipertahankan dan dilekatkan kembali,” imbuhnya.

Terakhir, Pardi mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Muskercab I PCNU Sampang. “Kami ucapkan selamat dan sukses,” tutupnya. (MH)