banner auto

Kelompok Disabilitas di Sampang Tak Dilibatkan Pelatihan Kerja Selama 4 Tahun Terakhir

Pelatihan kerja disabilitas di sampang
Kepala Disnaker Sampang Yudhi Adi Darta saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Alimuddin/MID)

maduraindepth.com – Selama empat tahun terakhir, program pelatihan kerja yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tidak melibatkan kelompok disabilitas. Padahal, kesempatan itu diharapkan oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) setempat, guna mendorong kemampuan para difabel.

Ketua PPDI Wilayah Sampang, Munawi menyayangkan tidak adanya pelatihan untuk disabilitas tahun ini. Dia mengaku sebelumnya telah berdiskusi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sampang terkait hal tersebut.

“Kami sudah berkunjung ke dinas terkait, ternyata tidak adanya pelatihan dikarenakan minimnya anggaran,” ucapnya, Jumat (28/7).

Munawi mengaku, pelatihan kerja untuk disabilitas sudah lama tidak dilaksanakan. Dia menyebut, pelatihan terakhir digelar empat tahun yang lalu, tepatnya 2019. Bahkan, saat itu hanya difasilitasi Dinsos PPPA, bukan Disnaker Sampang.

Pihaknya berharap dinas terkait bisa memberikan program pelatihan kerja yang dikhususkan untuk disabilitas di Sampang. “Kami berharap pelatihan kerja bisa terus berkelanjutan, khususnya bagi penyandang disabilitas di Sampang agar sama dengan kabupaten lain,” katanya.

Sementara, Kepala Disnaker Sampang, Yudhi Adi Darta mengaku belum ada pelatihan kerja secara khusus bagi difabel tahun ini. Namun, kelompok disabilitas juga diperbolehkan untuk mendaftar serta menjadi peserta pelatihan kerja tahun ini.

“Kalau memungkinkan, tahun depan akan diadakan secara khusus untuk disabilitas, tapi dengan catatan anggarannya mencukupi,” terangnya.

Baca juga:  Pertama di Madura, Anak Penyandang Disabilitas Terima KIA

Diketahui, untuk pelaksanaan pelatihan kerja tahun ini anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terdapat lima bidang keahlian pada pelatihan kerja, yakni plate welder SMAW 1G, menjahit, pembuatan roti dan kue, service sepeda motor dan membatik.

“Satu bidang diisi 16 orang, untuk sekali pelatihan dibutuhkan 80 peserta dari total bidang kompetensi yang ada, untuk pesertanya juga bukan kami yang menentukan,” pungkasnya. (Alim/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto