JPU Tuntut Pembunuh Subaidi Dipenjara Seumur Hidup, Salim Segaf: Harus Dihukum Mati

Penulis: Muhlis

IKABA menggelar aksi solidaritas dengan membawa keranda jenazah bertuliskan "Keranda Mayat untuk Idris".

maduraindepth.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Anton Zulkarnaen menuntut terdakwa Idris yang membunuh Subaidi dengan penjara seumur hidup.

Menurutnya, tuntutan tersebut karena akibat perbuatan Idris, Subaidi tutup usia meninggalkan istri dan keluarga. Selain itu, terdakwa juga terbukti melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki sejata api dan amunisi.


“Kami memenuhi rasa keadilan, tuntutan kami seumur hidup disitu karena meresahkan masyarakat dan akibat perbuatan terdakwa, korban Subadi ini meninggal dan terdakwa juga terbukti melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak memilik senjata api dan amunisi,” ucapnya, Selasa (12/03/2019).

Sementara, juru bicara (Jubir) Ikatan Alumni Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata (IKABA) Salim Segaf mengaku kecewa dengan tuntutan JPU karena hanya menuntut Idris dengan kurungan penjara seumur hidup. Padahal pihaknya meyakini, bahwa terdakwa harus dihukum mati.

“Melalui fakta-fakta yang sudah diuji di persidangan, kami meyakini bahwa tuntutan itu adalah hukuman mati, kemudian jaksa menutut terdakwa dengan tuntutan seumur hidup. Tentu kami sangat kecewa,” ujar Salim Segaf.

Menurut Salim, pihaknya akan selalu mengawal dan memonitor kasus pembunuhan tersebut hingga akhir.

“Kami tadi sudah memohon kepada jaksa dan memberi penjelasan sesuai dengan aspirasi dan keinginan keluarga korban serra IKABA adalah hukuman mati. Tapi jika tidak sesuai dengan itu, kami sudah minta kepada jaksa untuk melakukan upaya hukum yang lain sesuai dengan yang diatur oleh undang-undang,” tambahnya.

Baca juga:  Masa Kepemimpinan Buya Berakhir, Sekda Sumenep Edy Rasiyadi Jabat PLH Bupati

Aksi Solidaritas IKABA

Sementara di luar pengadilan, ribuan massa yang tergabung dalam IKABA menggelar aksi so