Jangan Panik, Sembuh Dari Covid-19 itu Mudah

Cerita Sembuh Covid-19
Faisol Ramdhoni
Oleh: Faisol Ramdhoni*

maduraindepth.com – Tulisan ini tidak bermaksud menggurui, sok ahli kesehatan atau lainnya. Cuman ingin berbagi pengalaman saja. Kebetulan 5 (orang) keluarga terdekat saya terjangkiti dan saat ini sembuh. Saat sembuh itulah, saya mencoba bertanya secara mendalam baik terkait gejala dan cara melawannya. Bisa jadi pengalaman tiap orang berbeda, gejalanya beda atau cara penyembuhannya berbeda. It’s no problem, semakin kaya pengalaman!

Menariknya, kelima kelurga terdekat saya memiliki kesamaan. Sama-sama tidak ke dokter, jadi mereka menyembuhkan dirinya sendiri. Melalui isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan melakukan terapi yang sama.


Mungkin sampel yang diambil masih terlalu sedikit hanya 5 orang ya, sehingga tidak bisa dijadikan refrensi utama dalam ikhtiar diri untuk penyembuhan. Tapi setidaknya siapa tahu bisa buat sekedar pengetahuan saja. Sebab saat ini rumah sakit di mana pun sudah penuh sesak. Serta tenaga kesehatan sendiri juga sudah banyak yang terpapar dan hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar terbukti seratus persen menyembuhkan sakit Covid-19.

Sehingga saya berpikir perlulah sekedar berbagi kisah sukses buat pengetahuan bersama. Agar tidak terlalu panik dan tidak berbondong-bondong semakin memenuhi ruang ruang rumah sakit yang sudah penuh.

Kata mereka, terpenting kenali gejalanya dari awal. Rata-rata kelimanya memiliki gejala yang sama. Antara lain; batuk, pilek, demam kalau malam, organ tubuh terasa nyeri dan linu linu,sakit kepala, sempoyongan, sakit perut, mual, kehilangan indra pengecap dan penciuman. Bahkan salah dua diantara lima orang itu berasa lemas, tidak bertenaga dan alami sesak nafas di hari pertama dan kedua.

Baca juga:  Menakar Khilafah dan Demokrasi

Jika sudah mendapatkan gejala tersebut, lakukan isolasi mandiri beristirahat di rumah. Apabila belum yakin boleh datang ke klinik atau puskesmas terdekat untuk uji SWAB dan PCR. Berani? Hehe.
Mengenali gejala dari awal ini menjadi penting untuk membantu proses penanganan. Dikarenakan terkadang kita lengah. Dianggap sakit biasa apalagi sejak awal sudah tidak percaya adanya Covid-19. Makin jadi deh!

Oke lanjut, saat isolasi mandiri itu, masih kata mereka lho, perbanyaklah asupan vitamin C. Baik yang berupa kapsul/pil, minuman dan buah-buahan seperti jeruk,nanas dan lainnya. Jika tidak bisa makan buah-buahan yang mengandung vitamin C, di buat jus aja. Semuanya itu dengan mudah kita dapatkan baik di apotik, di toko maupun pasar.

Biar makin strong, bisa konsumsi kapsul multivitamin yang tersedia di banyak apotik. Harganya juga tidak terlalu mahal kok.

Masih kata mereka, godaan terbesar pertama saat terpapar virus Covid-19 ini adalah hilangnya nafsu makan akibat kehilangan indra penciuman dan rasa di indra pengecap. Ditambah badan yang terasa lemas,nyeri dan kepala yang sakit. Namun semuanya harus dilawan, mau tidak mau harus Makan Titik! Tidak ada tawar menawar.

Di Makanan, pilihlah lauk pauk atau makanan yang banyak mengandung protein seperti tempe,tahu, telur, ayam, bebek dan lainnya plus sayur-sayuran. Mau lebih komplit boleh sekalian 4 sehat 5 Sempurna, tambah minum susu, susu apa saja yang sudah banyak dijual di pasaran. Asal jangan yang kadaluwarsa lho!

Baca juga:  Melembagakan Syariah Zakat di Pulau Madura

Selain itu, mereka juga mengkonsumsi empon-emponan. Semisal ramuan jahe merah, dauh serai dimasak dibuat minuman. Kalau punya madu, semakin baik untuk ditambahkan. Sekali dua kali diselingi oleh ramuan kunyit, kencur dan temulawak. Kedua empon-emponan ini berfungsi untuk menahan mual dan obati batuk.

Lakukan itu tiap hari, sembari gerak-gerak kecil agar otot kont