Jalan di Palengaan Pamekasan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

0
77
Warga saat tanam pohon pisang di tengah jalan. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Guna mendapatkan perhatian pemerintah, warga Dusun Sardung Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan kompak lakukan aksi penanaman pohon pisang di jalan rusak lintas kecamatan Palenggaan menuju Proppo, Rabu (27/11/2019).

Tindakan penanaman pohon tersebut merupakan sikap protes warga lantaran jalan penghubung antara Desa Pangurayan dan Desa nyabulu itu tidak tersentuh perbaikan. Serta akibat dari jalan rusak banyak pengendara yang mengalami kecelakaan.

Selain aksi penanaman pohon pisang, Khomaini selaku warga setempat mengatakan, masyarakat juga melakukan pelubangan jalan sebagai sikap kritik terhadap pemerintah.

“Pelubangan itu biar ada kejelasan dari pemerintah terkait, apakah jalan itu masih mau di perbaiki atau tidak,” tuturnya

Mabrur Rosi, yang juga warga Desa Rek kerrek memberikan komentar terhadap Kondisi aspal jalan yang rusak parah serta menjadi kubangan air ketika musim hujan

“Adanya pelubangan jalan bukan pekerjaan yang buruk akan tetapi itu bentuk kegelisahan warga yang tidak pernah merasakan jalan yang sebagaimana mestinya,” jelas Rosi.

Sejak adanya jalan dari tahun 1998, Lanjut Rosi di Desa Pangurayan, hampir tidak ada perbaikan.

“Karena setahu saya jalan itu di perbaiki cuma satu kali selama jalan itu ada, dan yang di aspal cuma tahun 1998,” tambahya.

Sementara itu kepala desa Desa Rekkerrek, Fadli, menegaskan bahwa kondisi jalan rusak dan mengancam keselamatan pengendara tersebut tidak dapat perhatian dari dinas terkait.

“Jalan kabupaten penghubung dua kecamatan palengaan Proppo, Rekkerrek Linteng, sudah puluhan tahun sejak belanda masuk tidak diperhatikan oleh tingkat dua dan dinas terkait kabupaten pamekasan
Dan sangat mengganggu terhadap, Pertama, Perekonomian. Kedua, Pendidikan. Ketiga, Kesehatan. Keempat, Pemerintahan,” jelasnya. (RUK/Syah)