Hari Perempuan Internasional, Tolak Kekerasan Terhadap Kaum Hawa

Hari Perempuan Tolak Kekerasan
Ketua Umum Kopri PMII Pamekasan, Sofi Istiana. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Sofi Istiana menyebut kekerasan terhadap kaum hawa kerap terjadi lantaran tidak ada keseimbangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Sebab itu, di Hari Perempuan Internasional Kopri PMII Pamekasan itu menolak segala tindakan represif pada perempuan.

Menurut Sofi, korban kekerasan bisa mengalami trauma dalam kurun waktu yang lama. Bahkan, kata dia, akibat kekerasan itu kaum hawa dapat menutup koneksi dalam kehidupan sosial.


“Perempuan yang menjadi korban kekerasan menghadapi banyak tantangan dalam pemenuhan hak mereka atas perasaan aman dalam menjalani pendidikan, kesehatan dan pekerjaan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ucap Mahasiswi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Madura itu pada maduraindepth.com, Ahad (8/3/2020).

Kata Sofi, kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2019 mencapai angka 431.471 kasus. Untuk menurunkan angka ini, menurutnya tidak bisa diwujudkan dengan cara hanya menggunakan retorika saja.

“Tugas melawan kekerasan terhadap perempuan adalah tugas kita bersama,” tandas aktivis PMII itu.

Dalam hal itu, lanjut Sofi, pemerintah punya peran besar memerangi kekerasan yang terus terjadi pada kaum hawa. Apalagi, angka kekerasan pada perempuan terus merangkak naik sejak empat tahun lalu.

Sebab itu, menurut Sofi, Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) perlu disahkan. Dimana UU PKS ini nantinya dapat menjadi payung hukum yang masif. (RUK/MH)