Hari Kemerdekaan, Bupati Sumenep Ingatkan Kisah Kerajaan Majapahit dan Demak. Kenapa?

0
30
Syukuran memperingati HUT kemerdekaan RI ke-74 di depan Masjid Jamik Sumenep. (MR/MI)

maduraindepth.com – Jelang detik-detik hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Sumenep A. Busyro Kariem mengingatkan warganya tentang kisah kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak. Hal itu disampaikan di depan masjid Jamik saat tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia 2019 (Jumat, 16/8) pukul 19.00 WIB.

Busyro menjelaskan, sejumlah bangsa terdahulu runtuh disebabkan terjadi perpecahan internal dalam sistem kepemerintahannya. Termasuk keruntuhan kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak. Karena itu, lanjut Busyro, warga Indonesia, khususnya Sumenep mau menjaga persatuan.

“Sejarah Majapahit yang hampir menguasai nusantara hanya berkuasa selama 207 tahun. Ada juga Kesultanan Demak yang hampir menguasai seluruh pulau jawa hanya berkuasa 79 tahun. Kedua kerajaan itu runtuh karena terjadi perpecahan dan rebutan kekuasaan di internal pemerintahannya,” tuturnya.

Suami dari Nurfitriana Busyro Kariem ini mengatakan, di era digital hari ini tantangan terhadap perpecahan negara semakin tinggi. “Apalagi di era digital saat ini, masyarakat tantangannya semakin pesat terutama trans-ideologi yang begitu mudah diakses, sehingga perlu menanamkan rasa cinta tanah air supaya tidak terpengaruh paham radikalisme,” tegasnya di hadapan 1.500 undangan yang hadir. (MR/AW)