Harga Telur di Sampang Naik, Diskopindag Tidak Bisa Prediksi

Harga Telur
Sunarsih (43) salah satu pedagang telur di Pasar Srimangunan Sampang, asal Kampung Pandien, Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang sedang berjualan telur di Pasar Srimangunan Sampang, Sabtu (6/1). (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Setelah mengalami fluktuasi, harga telur di Kabupaten Sampang kembali naik. Saat ini harga telur di pasar tradisional mencapai Rp 23-24 ribu per kilogram, Sabtu (6/2).

Pedagang telur di Pasar Srimangunan Sunarsih (43) menyampaikan, pada bulan Januari lalu harga telur masih berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Sementara pada bulan ini, Februari, mengalami kenaikan harga sejak lima hari lalu.


“Sekarang harganya Rp 24 ribu untuk telur Australia,” ujar pedagang asal Kampung Pandien, Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang itu saat ditemui di lapaknya.

Kata Sunarsih, untuk telur asin harganya mencapai Rp 27 ribu meski sebelumnya seharga Rp 25 ribu. “Untuk telur asin harga naik sejak dua minggu lalu,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, untuk harga kulakan telur Australia saat ini Rp 22 ribu per kilogram. Sedangkan telur asin Rp 25 ribu.

“Karena harga naik, saya terpaksa kulakan telur dari sales dengan harga yang lebih murah,” ucapnya.

“Kemarin saya kulakan sebanyak 45 kilo, gara-gara harga naik banyak yang tidak beli telur. Biasanya sehari laku 30 kilo saat ini, sekarang jadi 15 kilo,” keluhnya.

Sunarsih mengungkapkan, mayoritas distributor telur lebih banyak mengambil dari para peternak di Kabupaten Blitar. “Kami berharap agar harga telur cepat kembali turun atau normal kembali,” tambahnya.

Baca juga:  Pemerintah Janji Perbaiki Jalan Kampung di Sampang Kota Pada Tahun Ini

Terpisah, Kasi Informasi Perdagangan, Penyaluran Barang dan Jasa Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang Syukkur mengatakan, sejak Jumat (5/2) kemarin harga telur mengalami perubahan harga.

“Sebelumnya harga rata-rata Rp 22.500 sampai Rp 23.000, itu terdapat di beberapa pasar. Hari ini memang ada perubahan harga hingga Rp 23.500 sampai Rp 24.000. Semua ini dikarenakan harga kulakan ada perubahan harga sehingga penjual di pasar tentu menyesuaikan dengan harga yang baru,” terangnya.

Kendati demikian, Syukkur menegaskan untuk stok telur di Kabupaten Sampang sampai saat masih aman.

Menurutnya, perubahan harga tidak terpaut jauh, hanya berkisar Rp 500 sampai Rp 1 ribu. “Semua ini berpatokan kepada peternak telur, kami tidak bisa memprediksi naik turunnya harga. Kalau menyangkut telur tentunya berkaitan dengan pakan ayamnya,” pungkasnya. (RIF/MH)