Gejolak PAD Dinkes Bangkalan Sebesar Rp 55 Miliar

40
PAD Dinkes Bangkalan
Komisi D DPRD Bangkalan memanggil Dinkes setempat membahas tentang kenaikan PAD, Selasa (16/3). (FOTO: Suryadi Arfa/MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) dalam sektor kesehatan tahun 2021. Tak tanggung-tanggung, targetnya menjadi Rp 55 miliar.

Tahun sebelumnya, target PAD pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan sebesar Rp 42 miliar. Tahun ini dinaikkan 30 persen.


Kasubbag Keuangan Dinkes Bangkalan Meri Amalia menjelaskan, faktor pemicu naiknya PAD tahun ini lantaran pada tahun sebelumnya tidak mencapai target. Bahkan, selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020 PAD cenderung menurun.

Sebab itu, target PAD tahun ini dinaikkan. Sehingga untuk mencapai target itu, besar harapan bagi masyarakat di Kabupaten Bangkalan kembali percaya pada pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Dia meminta kepada masyarakat agar berobat ke Puskesmas apabila sakit. Dengan demikian, lambat laun PAD Dinkes Bangkalan akan semakin meningkat.

“Ini kan hanya target, pada pelaksanaannya nanti akan dievaluasi,” tutur Meri, Selasa (16/3/2021).

PAD Naik 30 Persen Tidak Jadi Patokan

Di sisi lain, Meri menyebutkan meski PAD Dinkes Bangkalan naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut bukan menjadi patokan paten. Pasalnya, jika dalam pelaksanaannya tidak bisa memenuhi target maka akan dilakukan evaluasi yang menyesuaikan.

Meski target PAD sudah dinaikkan, pihaknya malah terkesan tidak optimis. Dia meragukan, tahun ini juga akan bernasib sama dengan tahun sebelumnya. Yakni tidak bisa memenuhi target Rp 55 miliar setahun.

Baca juga:  Dinkes Bangkalan : Informasi Nama Pasien yang Beredar di Medsos Hoaks

Menurut Meri, angka tersebut dirasa terlalu tinggi. “Jika memang tidak memungkinkan maka bisa diturunkan. Kita jalankan saja hasilnya nanti pasti dievaluasi,” katanya.

Kenaikan Target PAD Dinkes Bangkalan Prematur

Naiknya target PAD tersebut mendapat sorotan dari Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan. Dia menilai kenaikan target tersebut terlalu prematur. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih belum usai.

Nur Hasan mengamati fakta di lapangan, di tengah pandemi ini masyarakat justru enggan berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Ditambah lagi vaksinasi Covid-19 belum sepenuhnya selesai.

“Terlalu prematur pemerintah menaikkan target PAD Dinkes, terlalu tinggi di tengah pandemi, kecuali pandemi ini sudah usai atau melandai,” katanya usai memanggil Dinkes ke DPRD Bangkalan. (SA/MH)