Gedung Bengkel Konstruksi Poltera Diresmikan

Poltera
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Kemendikbud RI Dr. Benny saat melakukan pemotongan pita dalam acara peresmian gedung kontruksi Poltera, Jumat (9/4). (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Gedung baru Politeknik Negeri Madura (Poltera) yang difungsikan sebagai bengkel konstruksi diresmikan oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi, Jumat (9/4) siang kemarin.

Bupati Slamet Junaidi sangat mengapresiasi pembangunan gedung bengkel konstruksi tersebut. Diharapkan, pembangunan infrastruktur kampus Poltera bisa menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sampang.


“Betul kata pak direktur tadi, Kabupaten Sampang sangat rendah IPM-nya, terendah di 38 kota,” ujar bupati yang karib disapa Haji Idi tersebut.

“Alhamdulillah Sampang IPM-nya sudah meningkat, saat ini Kabupaten Sampang sudah mulai merangkak,” tambahnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan, saat ini Kabupaten Sampang kekurangan tenaga pengajar atau guru. Berdasar temuannya, ada banyak sekolah yang hanya memiliki satu Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu menurutnya disebabkan oleh banyaknya generasi muda di Kota Bahari yang tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi alias putus sekolah. Karena itu, pihaknya berharap ada program beasiswa yang menyasar anak didik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, ST.,MSC mengatakan, untuk meningkatkan IPM dibutuhkan sistem pendidikan vokasi yang mendukung ekosistem yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Pihaknya mendapat dana Rp 60 miliar dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dana itu digunakan untuk membangun gedung dan isi atau peralatan-peralatan.

Baca juga:  Slamet Junaidi Kecewa dengan Pelayanan Puskesmas Kedungdung

“Gedungnya cuma Rp 17 miliar sedangkan untuk peralatannya Rp 43 miliar, termasuk untuk pengelasan logam yang mana nanti bisa melatih ratusan calon teknik per minggu atau per bulan,” katanya.

Sambung dia, dengan alat-alat tersebut mahasiswa bisa melakukan pengelasan cukup dengan menggunakan komputer. “Di gedung senilai Rp 17 miliar ini terdapat beberapa peralatan excavator crane, ada peralatan mengenai teknologi manufaktur permesinan, kemudian ada laser cutting dan beberapa peralatan-peralatan laboratorium dasar. Artinya Rp 43 miliar akan kita masukkan di dalam gedung seharga Rp 17 miliar,” tandasnya.

Wikan juga mengungkapkan, tiga tahun kedepan pihaknya akan berupaya akan kembali melakukan pembangunan gedung di Poltera. Diharapkan, melalui pembangunan ini dapat mencetak siswa yang berkompeten.

“Di sebelah sini mungkin Rp 34 miliar lagi untuk pembangunan gedung. Kita targetkan 3 tahun kedepan Kabupaten Sampang akan menjadi terbaik di Madura,” harapnya.

Seusai memberikan sambutan, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto.ST.MSC bersama Bupati Slamet Junaidi diikuti rombongan melakukan pemotongan pita sebagai bentuk diresmikannya gedung kontruksi Poltera. (RIF/MH)