FRPB Sampang Ikuti Rakor BPBD Jatim dan Pelatihan Penanggulangan Bencana

FRPB Sampang BPBD Jawa Timur
FRPB Sampang bersama relawan se Jawa Timur saat mengikuti pelatihan di Obis Camp, Tretes, Mojokerto, tahun 2020. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Sekretariat Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan pelatihan penanggulangan bencana. Kegiatan yang diikuti oleh Forum Relawan Peduli Bencana (FRPB) Sampang bersama 100 perwakilan masing-masing organisasi se Jawa Timur itu digelar di Obis Camp, Trawas, Mojokerto, Jum’at (21/8).

Pemateri FRPB Pamekasan, Budi Cahyo menyampaikan, kegiatan tersebut dibuka dalam dua kelas. Hari ini, materi yang disampaikan adalah tentang masjid tangguh dan pasar tangguh dalam penanggulangan bencana.


“Bahwasanya ketangguhan pasar dan masjid berasal dari disiplin masyarakatnya dalam mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya pada maduraindepth.com, Jum’at (21/8).

Di tempat yang sama, Koordinator FRPB Jawa Timur, Dian Harmoningsih mengatakan, dalam pandemi COVID-19 pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. Menurutnya masjid dan pasar dijadikan materi tangguh bencana lantaran dua tempat ini merupakan tempat berkumpulnya orang banyak.

“Sehingga, dengan kegiatan ini kami berharap masyarakat lebih berpartisipasi aktif dalam mengikuti protokol kesehatan sehingga penyebaran COVID-19 bisa dicegah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan sosilasiasi edukasi untuk menjaga ksehatan dalam kerumunan masa dan hinaris. Jadi, lanjut dia, mereka harus memiliki aplikasi laporan yang terkoneksi secara nasional dengan server yang terpetakan (maping) saat melakukan kegiatan.

Baca juga:  Puskesmas Kedungdung Gandeng FRPB Sosialisasi Protokol Kesehatan

“Baik itu kegiatan pembagian masker, penyemprotan desinfektan, apakah edukasi ataupun pemberian hand sanitizer. Karena kalau mereka tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan maka kami khawatir pandemi ini akan membludak lagi,” ujarnya.

Dian berharap, para peserta nantinya dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Intinya kami berharap bagaimana lingkungan kita sehat dan aman dari pandemi yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator FRPB Sampang, Arief Tirtana A Prayogo menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upaya tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan sebelum masa pandemi COVID-19. Sementara pandemi COVID-19 adalah bencana non alam yang harus ditangani dengan baik agar segera berakhir.

“Sudah 5 bulan kita berada dalam masa pandemi COVID-19, dan dalam hal ini merupakan waktu yang cukup membuat perekonomian kita terganggu. Sehingga, pandemi ini harus segera berakhir,” kata pria yang juga terlibat dalam seksi kepanitian kegiatan tersebut.

Kata Artha, selama ini pemerintah bekerja keras dalam memutus mata rantai pandemi COVID-19. Kendati demikian, jika masyarakat tidak ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus Corona ini, maka upaya yang dilakukan oleh pemerintah akan sangat rawan mengalami kegagalan.

Jadi, lanjut dia, pihaknya melalui FRPB Sampang merasa memiliki kewajiban untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melakukan pencegahan COVID-19 secara mandiri. Seperti menerapkan perilaku hidup sehat, cuci tangan, mengenakan masker dan jaga jarak. (RIF/MH)