Dinsos Sebut Orang Tua Bocah yang Dipaksa Jadi Pengemis di Pamekasan Sudah Dapat Bansos

bocah pengemis lampu merah pamekasan
Petugas saat memberikan pembinaan kepada bocah yang diketahui jadi pengemis di lampu merah di wilayah Kota Pamekasan. (Foto: IST)

maduraindepth.com – Dinas Sosial (Dinsos) telah menelusuri kondisi keluarga bocah perempuan berinisial P yang jadi pengemis di persimpangan lampu merah di wilayah Kota Pamekasan. Sebelumnya, gadis 10 tahun itu ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pasca viral melalui berbagai media sosial (medsos).

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos Pamekasan, Amir Mahmud menyampaikan, bocah perempuan itu sengaja dipaksa orang tuanya untuk jadi pengemis di lampu merah. “Kenyataannya, dia memang dimanfaatkan oleh orang tua sendiri dengan cara diantar dan dijemput ke lokasi,” ujarnya, Sabtu (17/6).

Berdasarkan pengakuan dari bocah perempuan itu, lanjut Amir, pendapatan uang dari mengemis mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu setiap hari. Selanjutnya, uang itu langsung diserahkan kepada orang tua P.

Guna mengetahui kondisi untuk kebutuhan keluarga, Amir mengaku telah melakukan pengecekan terhadap identitas dan status orang tua bocah perempuan dalam sistem milik Dinsos Pamekasan. Ternyata, keluarga P terdaftar dan telah menerima beberapa Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.

“Bantuan sosial yang diterima, berupa paket Sembako senilai Rp 200 ribu selama 1 tahun, dan Bansos cadangan pangan dari pemerintah seberat 10 kilogram beras sampai 3 bulan,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya mengaku telah mengusulkan agar orang tua P bisa masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, sedang proses dan cek dalam sistem supaya bisa terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca juga:  Polisi Masih Menyelidiki Penemuan Bayi Dalam Tas di Depan Rumah Bidan di Talango Sumenep

Selain itu, langkah untuk membantu kondisi ekonomi keluarga bocah perempuan yang terbilang tidak mampu itu, Amir akan menitipkan anak tersebut di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) daerah Pamekasan. “Kami akan memberikan bantuan dulu. Jika dikonfirmasi dalam beberapa hari terakhir tidak mampu mengurus anak, maka akan kami titip di LKSA yang ada di Pamekasan,” pungkasnya.(Rafi/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *