Dinkes Bangkalan Data Angka Kematian Ibu dan Bayi Capai Ratusan

Kondisi Ketersediaan Infrastruktur jadi Perhatian

0
69
Layanan kesehatan larangan merokok di Puskesmas Kwanyar, Bangkalan.

maduraindepth.com – Angka kematian ibu dan bayi di Bangakalan mencapai ratusan. Di tahun 2018 silam, Dinas Kesehatan Bangkalan mencatat kematian ibu sekitar 11 orang, bayi 117 anak, dan 6 balita.

Rinciannya, 11 kematian ibu tersebut masing-masing terjadi di beberapa wilayah. Antara lain, Galis 2, Tanah merah 1, Burneh 1, Bangkalan Kota 2, Kamal 1, Trageh 1, Modung 1, Blega 1, dan Geger 1. Totalnya kematian bayi dan ibu, mencapai 134.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Bangkalan Zuhdi mengatakan, kematian ibu dan bayi hampir terjadi setiap pekan. Analisa konfliknya, kematian bayi sering disebut oleh masyarakat paling berpengaruh terhadap bayi lain yang baru lahir.

Baca juga: Rp 2 Miliar Anggaran Alkes di Bangkalan Dipangkas

Kononnya, bila satu bayi yang meninggal bakal ada 3-4 bayi yang bakal meninggal. Namun polemik itu tidak bisa diilmiahkan secara akal. Isu itu hanyalah dugaan rekayasa masyarakat. “Kematian ibu sulit sampai mencapai ratusan, beda dengan bayi,” kata dia.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menjelaskan, kematian ibu akibat persalinan merupakan masalah yang bersifat multidimensional. Kematian ibu akibat persalinan tidak hanya disebabkan oleh faktor kesehatan sang ibu semata seperti kekurangan gizi, anemia dan hipertensi.

“Melainkan juga turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ketersediaan infrastruktur kesehatan yang memadai, serta kesadaran keluarga untuk meminta bantuan tenaga kesehatan dalam proses persalinan,” beber politisi dari PPP itu.

Dari itu, sambung dia, intervensi yang dilakukan oleh pemerintah harus memperhatikan kondisi ketersediaan infrastruktur kesehatan. Sehingga satu sama lain sektor pembangunan di Bangakan saling menghubungkan. (NR/MI)