Desa Tematik Upaya Pemeritah Tingkatkan Ekonomi

Desa Tematik Pamekasan
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Berbagai cara terus dilakukan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (17/2).

Pada tahun ini, dengan tema “Desaku Makmur Pamekasan Hebat” Pemkab Pamekasan membuka sumber daya ekonomi baru yakni dengan desa tematik seperti desa batik, desa wisata, desa sandal, desa sarung bahkan ada kampung songkok yang menjadi binaan Pemkab setempat.


Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, bahwa Pemkab juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menggali potensi ekonomi dengan pendidikan yang berkemajuan.

Peningkatan pendidikan itu salah satunya memberikan beasiswa santri bekerja sama dengan pondok pesantren dengan kategori santri berprestasi dan santri kurang mampu.

Peningkatan SDM itu juga dilakukan dengan kerja sama Pemkab dengan sekolah kedinasan, seperti akpol, akmil, dan sekolah kedokteran yang nantinya muncul kapolda, Pangdam dan dokter-dokter handal dari Bumi Gerbang Salam.

“Sektor utama yang kita dorong berdasarkan desa tematik, seluruh potensi ekonomi dan kebudayaan, dan potensi apapun di desa melalui tema-tema desa utama yang mau digarap. Ada desa pertanian, desa peternakan, desa batik dan lain sebagainya,” kata Bupati Baddrut Tamam.

Menurut bupati muda itu, terbentuknya desa tematik tersebut akan meningkatkan ekonomi, mulai penyerapan tenaga kerja di tingkat desa dan lain sebagainya. Untuk menemukan desa tematik itu bekerja sama dengan kampus dan beberapa pegiat sosial lainnya, termasuk non goverment.

Baca juga:  Pemkab Pamekasan Siapkan Pelatihan Tambahan Bagi Wirausaha Baru

“Setelah ditemukan identitasnya, ditemukan caranya, ditemukan modelnya, kita lakukan beberapa pelatihan dan keberpihakan dari desa, kecamatan dan kabupaten,” imbuhnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan, upaya mengembangkan ekonomi melalui desa tematik itu tentunya tidak meninggalkan local wisdom di desa tersebut, misalnya, produksi sarung. Karena sarung menjadi salah satu identitas Madura dan Pamekasan secara khusus.

Selain itu, pihaknya melihat beberapa potensi desa yang harus dikembangkan dan dikelola dengan baik. Contohnya, sepatu, tas sekolah dan aksesoris sekolah lainnya. Sebab selama ini anak sekolah tidak memakai produk Pamekasan. Hal ini menjadi spirit tersendiri dalam menggali potensi desa agar segala kebutuhan anak sekolah terpenuhi dari produk lokal.

“Kehidupan keagamaan itu juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa. Cara inilah yang saya gunakan sedari awal saya memimpin,” tandasnya. (RUK/MH)