Demo Berlapis Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Pamekasan Setujui Tuntutan Massa

Demo Mahasiswa Pamekasan Tolak Omnibus Law
Demonstrasi penolakan Omnibus Law di Pamekasan dijaga ketat oleh aparat. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilakukan secara berlapis, Kamis (8/10). Pertama dilakukan oleh mahasiswa Universitas Madura (UNIRA).

Kemudian pada pukul 15:15 WIB giliran lapis kedua melakukan demonstrasi. Lapis ini terdiri dari pemuda yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).


Pantauan maduraindepth.com di lokasi, demonstran lapis pertama memadati ruas jalan, Kebunan, Bugih. Ruas jalan ini merupakan akses masuk menuju gedung DPRD Pamekasan.

Sesampainya di depan gedung DPRD Pamekasan, mereka berorasi menolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. “Bagaimana bisa jika DPRD menolak DPR RI mengesahkan UU cipta kerja,” teriak orator, Syaiful Mustaqim.

Tidak berselang lama usai lapis pertama menyuarakan aspirasi di tempat berkumpulnya para wakil rakyat Pamekasan. Demonstran lapis kedua merangsek masuk dan memprotes pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Meminta DPRD Pamekasan untuk mendesak DPR RI untuk membatalkan UU Omnibus Law,” tegas Torik, ketua cabang HMI komisariat IAIN Madura.

Sementara itu, ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman menyetujui tuntutan para demonstran untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“UU Omnibus Law dianggap merugikan buruh. Jadi, tutuntannya akan kami tampung dan akan menyetujui, mendatangi terkait penolakan UU Omnibus Law,” kata Fathor Rohman di hadapan demonstran.

Baca juga:  Ratusan Jemaah Haji di Sampang Batal Berangkat Tahun Ini Karena Pandemi Covid-19
Tonton videonya di sini

Sebelumnya, pada pukul 10:20 WIB, Ribuan pemuda juga melakukan demonstrasi terkait penolakan UU Omnibus Law. (RUK/MH)