Buron Narkoba Sejak 2018, Hamzah Ditangkap di Sokobanah

0
192
Hamzah Narkoba Sokobanah
Tersangka pengedar narkoba asal Sokobanah, Sampang, Muhammad Hamzah. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Satresnarkoba Polres Sampang kembali mengamankan pengedar narkoba asal Dusun Lembung, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Tersangka, Muhammad Hamzah (42) dibekuk pada Sabtu (11/1/2020) lalu.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang WS mengungkapkan, tersangka ditangkap di halaman rumahnya sekitar pukul 14:30 WIB. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan kasus serupa yang melibatkan Supriyadi (ditangkap pada April 2018) dan Pardi (ditangkap pada Mei 2019)

Dijelaskan Didit, Hamzah sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan Polres Sampang sejak 2018 lalu. “Dulu rekannya, atas nama Supriyadi dan Pardi sudah diamankan,” ungkapnya.

Dari tangan Hamzah ini, Supriyadi dan Pardi mendapatkan sabu seberat 1,88 gram dan 1,84 gram. Berdasarkan pengakuannya, lanjut Didit, sebelum menjadi pengedar narkoba jenis sabu, tersangka berada di Malaysia.

Sepulang dari negeri jiran, Hamzah disamping berprofesi sebagai petani juga menjalankan bisnis narkoba jenis sabu. “Hamzah berjualan (sabu) satu tahun sepulang dari Malaysia,” kata Didit.

Dari tangan tersangka, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa tiga paket plastik klip bening berisi narkoba jenis sabu. “Jadi terakumulasi semuanya seberat 9,49 gram sabu,” bebernya.

Selain tiga paket plastik berisi sabu, pihanya juga mengamankan barang bukti lain. Yakni, 34 plastik klip bening kosong dan satu ukuran besar. Kemudian satu buah plastik warna hitam, satu buah kotak plastik dengan tutup warna merah muda, satu unit timbangan elektrik merek Harnic dan satu buah sendok sabu yang terbuat dari kertas warna biru.

Didit menegaskan, dalam pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Sampang, pihaknya tidak akan berhenti di tingkat pemakai dan pengedar. Dia berjanji akan membabat habis sampai kepada pengedar.

“Ini masih kita kembangkan lagi. Karena bagi kami, kami tidak (bethenti mengungkap peredaran narkoba; red) sampai di sini. Kami fokus ke bandar, kurir, pemakai sampai kepada yang memberikan informasi nanti,” ucapnya.

Atas perbuatannya, Hamzah dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya. (RIF/MH)