maduraindepth.com – Anak-anak berlari di antara kerumunan. Teriakan dan tepuk tangan sesekali pecah ketika perlombaan dimulai. Di sisi lain, para pemuda sibuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Warga datang silih berganti. Sebagian baru saja menyelesaikan pekerjaan, sebagian lainnya memang menyempatkan diri untuk berkumpul.
Di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana.
Tak ada kemewahan yang menjadi pusat perhatian. Yang menonjol justru tawa anak-anak, semangat para pemuda, serta gotong royong warga yang bersama-sama menyiapkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Permainan tradisional dan perlombaan kelompok menjadi ruang perjumpaan. Anak-anak, pemuda, kelompok nelayan, tokoh masyarakat, dan berbagai lapisan warga berada dalam satu suasana. Mereka datang bukan sekadar untuk bertanding, tetapi untuk merayakan sesuatu yang mereka miliki bersama.
Kemerdekaan, di desa pesisir itu, terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ia hadir ketika warga saling membantu menyiapkan tempat. Ketika pemuda mengambil bagian dalam kepanitiaan. Ketika orang tua mendampingi anak-anak mengikuti lomba. Dan ketika masyarakat berkumpul tanpa sekat untuk menikmati kegembiraan yang sama.
Suasana serupa berlangsung di Kecamatan Sokobanah dan Ketapang. Rangkaian kegiatan juga melibatkan kelompok nelayan di Kecamatan Ketapang serta Karang Taruna Bandar Arum.
Bersama Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Sekretariat Daerah, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, mulai dari upacara bendera, senam, jalan santai, hingga beragam perlombaan bersama masyarakat.
Searah melalui anak perusahaannya, PC Ketapang II Ltd., dan PETRONAS Indonesia melalui PC North Madura II Ltd., turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Dukungan diberikan sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan di sejumlah wilayah.
Namun, bagi masyarakat, kehadiran itu bukan semata tentang siapa yang memberikan dukungan. Yang lebih terasa adalah adanya ruang untuk bertemu dan berinteraksi.
Bagi warga pesisir yang sehari-hari disibukkan dengan pekerjaan sebagai nelayan, pedagang, pekerja, atau aktivitas lainnya, perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Mereka berkumpul. Saling menyapa. Tertawa bersama.
Hal-hal sederhana semacam itu sering kali menjadi perekat kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, A. Faisol Ansori, mengapresiasi keterlibatan SKK Migas Jabanusa, Searah, dan PETRONAS Indonesia dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sampang.
“Kami Pemerintah Kabupaten Sampang mengucapkan terima kasih atas partisipasi SKK Migas Jabanusa, Searah, dan PETRONAS Indonesia dalam pelaksanaan perayaan lomba-lomba dan kegiatan lain dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sampang,” ujar Faisol, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, kegiatan semacam itu memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar memeriahkan peringatan hari kemerdekaan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kebersamaan masyarakat dan aparatur sipil negara di Kabupaten Sampang,” katanya.
Bagi Searah dan PETRONAS Indonesia, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi salah satu bentuk upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Kehadiran di tengah masyarakat juga menjadi bentuk apresiasi terhadap warga dan para pemangku kepentingan yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan perusahaan di Jawa Timur.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, mengatakan hubungan antara industri hulu migas, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus dirawat.
“Sinergi antara industri hulu migas, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan yang konstruktif dan mendukung keberlanjutan kegiatan operasi,” ujar Anggono.
Menurut dia, keterlibatan Searah dan PETRONAS Indonesia dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Sampang mencerminkan upaya membangun komunikasi dan kolaborasi yang positif dengan masyarakat di wilayah operasi.
Pada titik ini, perayaan kemerdekaan di Sampang menyimpan cerita yang lebih besar daripada sekadar perlombaan.
Ada hubungan antara kegiatan industri dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ada harapan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial. Ada pula kebutuhan untuk membangun komunikasi yang tidak berhenti pada ruang-ruang formal.
Industri hulu migas membutuhkan keberlanjutan. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh. Pemerintah membutuhkan hubungan yang sehat di antara keduanya.
Karena itu, pembangunan energi tidak hanya berbicara mengenai produksi dan operasi. Di dalamnya terdapat manusia, komunitas, serta lingkungan sosial yang juga harus diperhatikan.
Searah dan PETRONAS Indonesia menegaskan komitmen untuk menjalankan kegiatan hulu minyak dan gas bumi secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Bersamaan dengan itu, perusahaan terus berupaya menjaga komunikasi serta hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja. (*)










