maduraindepth.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang terus melakukan evaluasi terhadap pembangunan dan rekonstruksi jalan lingkungan di sejumlah titik perkotaan yang menggunakan perkerasan beton.
Plt. Kepala Dinas PUPR Sampang, Siti Muatifah, yang akrab disapa Atik, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur jalan lingkungan agar lebih mendukung aktivitas masyarakat.
Hal itu disampaikan Atik saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (28/8/2026). Menurutnya, setiap pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur teknis yang telah ditetapkan.
“Sebagai salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur jalan lingkungan di perkotaan, Dinas PUPR melaksanakan pekerjaan rekonstruksi jalan di beberapa lokasi dengan perkerasan beton. Dalam pelaksanaannya dilakukan sesuai prosedur teknis yang ada,” jelas Atik.
Terkait adanya retakan pada permukaan beton, Atik memastikan kondisi tersebut tetap menjadi perhatian dan akan dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Evaluasi dilakukan dengan melihat tingkat, pola serta perkembangan retakan di lapangan.
Ia menjelaskan, retakan pada beton tidak serta-merta menunjukkan adanya kegagalan struktural. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya penyusutan dan kehilangan air terlalu cepat akibat cuaca panas maupun proses curing beton yang kurang optimal.
“Retak ini bukan secara otomatis jalan gagal secara struktural, tetapi perlu dilihat pola dan perkembangan retak tersebut, termasuk cara penanganannya,” ujarnya.
Menurut Atik, pekerjaan yang masih berjalan juga belum memasuki proses serah terima atau PHO. Karena itu, hasil pekerjaan masih melalui tahapan pemeriksaan dan evaluasi sebelum ditentukan langkah selanjutnya.
Pemantauan lapangan juga dilakukan terhadap sejumlah pekerjaan, salah satunya di Jalan Rajawali. Di lokasi tersebut, pengawasan dilakukan oleh pengawas lapangan bersama tim teknis PUPR untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan teknis.
Atik menyampaikan, pemantauan dan evaluasi lapangan tersebut menjadi bagian dari proses pengawasan sebelum pekerjaan memasuki tahapan serah terima. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perbaikan.
Selain pemeriksaan lapangan, Dinas PUPR Sampang juga melakukan pengujian mutu beton melalui sampel benda uji dari setiap lokasi pekerjaan.
Sampel tersebut diuji di Laboratorium Beton Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pengujian dilakukan untuk memastikan mutu beton yang digunakan memenuhi spesifikasi dan mutu rencana.
“Kami juga melakukan uji mutu beton melalui sampel benda uji pada setiap lokasi di Laboratorium Beton ITS untuk memastikan bahwa kualitas beton sesuai spesifikasi atau mutu rencana,” terang Atik.
Ia menegaskan, hasil evaluasi lapangan dan pengujian laboratorium akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan penanganan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perbaikan.
Dengan tahapan tersebut, PUPR Sampang memastikan pengawasan terhadap pekerjaan tidak berhenti pada proses pelaksanaan, tetapi berlanjut hingga pemeriksaan mutu dan evaluasi hasil pekerjaan di lapangan. (Poer/MID)













