Semarak Maulid Nabi, Warga Tanggumong Ubah Tradisi Perayaan Menjadi Pembangunan Jalan

Semangat gotong royong warga Tanggumong diwujudkan melalui pembangunan jalan rabat beton yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.(Foto:Poer/MID)

maduraindepth.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, tahun ini hadir dengan cara berbeda. Tradisi berbagi berkat yang biasanya diwujudkan dalam bentuk makanan, sebagian dialihkan menjadi pembangunan jalan rabat beton yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Gagasan tersebut datang dari salah seorang warga yang memilih menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana berbagi dalam bentuk pembangunan infrastruktur desa.

“Kalau biasanya mengadakan Maulid Nabi, saya ingin mengubah bentuk sedekah atau berkatnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, yakni perbaikan jalan,” ujarnya saat ditemui Jumat (21/8/2026).

Pembangunan tersebut direncanakan tersebar di lima dusun. Dari kontribusi pribadi, masing-masing dusun mendapat alokasi pembangunan jalan sepanjang 125 meter. Dengan demikian, total target dari kontribusi pribadi mencapai sekitar 625 meter.

Namun, pembangunan tidak hanya mengandalkan kontribusi pribadi. Masyarakat juga diberi ruang untuk ikut bergotong royong melalui sumbangan dari masing-masing dusun.

Sebagai bentuk transparansi, setiap ruas jalan nantinya akan diberi penanda bertuliskan “Jalan Swadaya 2026”, untuk membedakan bagian yang berasal dari kontribusi pribadi dan swadaya masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan donatur pada Jumat (21/8/2026). Keesokan harinya, Sabtu (22/8/2026), rencana itu mulai diwujudkan dengan pengerjaan jalan rabat beton di Dusun Karongan dan Dusun Bendungan.

Baca juga:  Inspektorat Dalami Dugaan Mandeknya KBM dan Realisasi Dana BOS di SDN Pasarenan 2

Pj. Kepala Desa Tanggumong, M. Quraisyi Asid, M.Kes., NS., mengapresiasi gerakan tersebut. Menurutnya, Pemdes memberikan dukungan penuh karena kegiatan itu kembali menghidupkan semangat gotong royong masyarakat.

“Ini menunjukkan kesadaran gotong royong masyarakat masih tinggi. Mudah-mudahan membawa berkah bagi para penyumbang dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Di masing-masing dusun, pembangunan mendapat alokasi utama sepanjang 125 meter. Di Karongan, swadaya masyarakat kemudian menambah sekitar 19 meter, sedangkan di Bendungan bertambah sekitar 75 meter.

Truk molen mulai mengangkut material untuk pembangunan jalan rabat beton di Desa Tanggumong, Sampang, sebagai wujud berbagi di momentum Maulid Nabi.(Foto:Poer/MID)

Hafifin, warga Dusun Karongan, mengatakan jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan selama sekitar dua tahun. Ia menilai pengalihan tradisi berbagi Maulid menjadi pembangunan jalan memberikan manfaat lebih panjang bagi masyarakat.

“Manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini juga kembali menghidupkan semangat gotong royong warga,” ujarnya.

Selanjutnya, swadaya masyarakat direncanakan berlanjut di Dusun Naro’an sekitar 90 meter, Tambengan lebih dari 200 meter dan Pliyang lebih dari 80 meter.

Pembangunan tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa semangat berbagi dalam momentum Maulid Nabi dapat diwujudkan dalam bentuk yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.(Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *