maduraindepth.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP Tahun 2026 dengan menghadirkan berbagai cabang lomba seni, mulai dari menyanyi solo, tari kreasi, musik tradisional, mendongeng, pantomim, ilustrasi, hingga menulis cerita.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya.” Ratusan siswa dari berbagai SMP di Kabupaten Sampang tampak antusias mengikuti ajang tahunan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Drs. Nor Alam, M.Si., menyampaikan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter siswa melalui kreativitas dan kompetisi yang sehat.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mencari siapa yang menang, tetapi bagaimana membentuk karakter anak-anak kita agar memiliki mental yang kuat, percaya diri, dan mampu mengembangkan kreativitasnya,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, peserta yang berhasil meraih juara pertama nantinya akan mewakili Kabupaten Sampang pada FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2026. Jika kembali meraih prestasi di tingkat provinsi, maka peserta akan melanjutkan ke tingkat nasional.
“Juara satu nantinya akan kami kirim ke tingkat Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Nor Alam juga menegaskan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalisme dalam proses penjurian. Menurutnya, seluruh keputusan diserahkan sepenuhnya kepada dewan juri tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Saya sudah berpesan kepada dewan juri agar menjaga netralitas. Yang memang bagus harus dikatakan bagus, karena mereka nantinya membawa nama Kabupaten Sampang di tingkat provinsi,” tegasnya.
Hasil perlombaan menunjukkan persaingan yang cukup merata. Pada cabang ilustrasi, SMPN 1 Sampang berhasil meraih juara pertama. Sedangkan lomba menulis cerita dimenangkan SMPN 5 Sampang.
Di cabang pantomim, SMPS Islam Nurudz Dholam berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara kategori kreativitas musik tradisi dimenangkan SMPN 3 Sampang.
Untuk lomba mendongeng, juara pertama diraih SMPN 1 Sreseh. Sedangkan kategori menyanyi solo dimenangkan SMPN 1 Sampang, disusul SMPN 1 Ketapang dan SMPN 1 Torjun.
Berbagai sekolah dari kecamatan lain seperti Camplong, Torjun, Sreseh, Kedungdung, Robatal, Pangarengan, Tambelangan, hingga Ketapang juga masuk dalam daftar juara maupun harapan. Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan dan kreativitas siswa di Kabupaten Sampang mulai merata dan tidak hanya didominasi sekolah di wilayah perkotaan.
“Harapan saya pendidikan tidak hanya berkembang di kota saja, tetapi juga merata di seluruh wilayah Kabupaten Sampang,” pungkasnya.(Poer/MH)














