Warga Paopale Laok Sulap Jalan Berlumpur Jadi Mulus Lewat Swadaya dan Live TikTok

Bangun Jalan Swadaya
Warga desa penuh semangat membangun jalan dari hasil swadaya dan live TikTok. (Foto: Purnawihadi/MID)

maduraindepth.com – Di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, warga tak lagi menunggu. Sejak 2023, mereka memilih bergerak sendiri, membangun jalan desa yang selama bertahun-tahun rusak dan sulit dilalui.

Pekerjaan itu berlangsung di Dusun Gunung Kesan. Dikoordinatori Ihya Nuruddin, pembangunan dilakukan bertahap.

Hingga awal 2026, empat ruas jalan telah rampung. Panjangnya sekitar tujuh kilometer.

Dulu, jalan itu seperti kubangan panjang. Licin saat hujan, berdebu saat kemarau. Kecelakaan kerap terjadi. Kini, permukaannya lebih padat dan aman dilalui.

“Kalau menunggu bantuan pemerintah akan lama,” kata Ihya, ditemui di lokasi pengerjaan, Selasa (20/1/2026) lalu.

“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, jadi masyarakat sepakat bergerak bersama,” imbuhnya.

Gerakan ini lahir dari kesadaran warga. Mereka tak hendak menyalahkan siapa pun. Bagi mereka, akses jalan adalah kebutuhan mendesak, penopang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial sehari-hari.

Dana dikumpulkan dari berbagai cara. Warga menyumbang sesuai kemampuan.

Panitia juga menggalang amal di jalan. Dukungan datang dari Jamaah Sholawat Nariyah, baik dari dalam desa, luar daerah, hingga luar negeri seperti Malaysia.

Bangun jalan swadaya sampang
Tampak jelas, kondisi jalan Desa Paopale Laok sebelum dibangun, rusak, berlumpur, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. (Foto: Purnawihadi/MID)

Cara lain ditempuh lewat teknologi. Siaran langsung di TikTok dimanfaatkan untuk menggalang dana.

“Dari live TikTok bisa terkumpul sekitar Rp 60 juta lebih, bertahap tiap ada pekerjaan,” beber Ihya.

Baca juga:  Warga Sampang-Pamekasan Cor Jalan Pakai Uang Sendiri, Pemerintah Hanya Jadi Penonton

Sejak dimulai tiga tahun lalu, dana yang terkumpul ditaksir melampaui Rp 3 miliar. Seluruhnya digunakan untuk membangun jalan-jalan desa. Hasilnya mulai terasa.

Muhammad Salamin, warga setempat, mengingat betul kondisi sebelumnya. “Dulu seperti sungai berlumpur. Licin sekali. Sekarang jauh lebih aman,” katanya. (Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *