maduraindepth.com– Kehadiran satuan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) di ujung timur Pulau Madura bukan sekadar seremoni perpindahan pasukan. Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 931/Ksatria Jokotole resmi memulai pengabdian permanennya di Kabupaten Sumenep dengan menyentuh langsung aspek sosial masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kamis (19/03/2026), di bawah terik matahari Desa Kasengan, para personel berseragam loreng terlihat menyisir pemukiman warga. Bukan untuk latihan tempur, melainkan membawa paket sembako yang dibagikan secara door to door kepada para janda dan kaum dhuafa.
Komandan Batalyon (Danyon TP 931/Ksatria Jokotole, Mayor Inf. Aditya Danang P. S.ST.Han., M.IP., menjelaskan bahwa satuan yang dipimpinnya merupakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Satuan ini memiliki mandat unik: menjaga kedaulatan melalui fungsi pertempuran sekaligus fungsi teritorial serta menjadi motor pembangunan daerah.
“Kami hadir di tengah masyarakat Sumenep untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, khususnya dalam menyambut Lebaran. Ini adalah komitmen nyata TNI untuk selalu memberikan solusi di wilayah tugas,” ujar Mayor Danang di sela-sela kegiatannya.
Saat ini, Yonif TP 931 bermarkas sementara di kantor KPU Kabupaten Sumenep, Desa Kebonagung. Meski baru berjalan sekitar dua minggu di Sumenep, satuan ini dipastikan akan bertugas secara permanen di wilayah tersebut.
Kehadiran Yonif TP 931 membawa misi besar yang selaras dengan program strategis pemerintah pusat. Struktur organisasinya pun tergolong komprehensif,
Mayor Danang menegaskan, fokus utama mereka adalah mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memperkuat ketahanan pangan di Sumenep. Selain itu, satuan ini menyatakan kesiapannya untuk mendukung program strategis nasional lainnya jika diperlukan.
Terkait kapasitas personel, Batalyon Ksatria Jokotole diproyeksikan memiliki kekuatan penuh sebanyak 1.000 prajurit. Namun, Mayor Danang mengungkapkan saat ini pengisian personel baru mencapai lebih dari 50% melalui proses rekrutmen dan pelatihan yang dilakukan secara bertahap.
Bakti sosial yang menyasar Desa Parsanga dan Desa Kasengan ini juga menjadi momentum perkenalan resmi satuan kepada warga lokal.
“Kami memohon doa restu kepada seluruh masyarakat Sumenep agar tugas-tugas Yonif TP 931 di sini dapat berjalan lancar tanpa kendala. Kami ingin keberadaan kami dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat,” pungkasnya.(Arif Coolbreak/MID)














