Ungkap Kasus Tindak Pidana di Sampang, LPBHNU Gelar Diskusi Sapu Lidi

LPBHNU Sampang
Pembicara dan panita LPBHNU saat sesi foto bersama di acara diskusi publik Sapu Lidi. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sampang gelar diskusi publik dengan tema Sampang peduli keadilan (Sapu Lidi). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengungkap kasus-kasus hukum yang belum terselesaikan di Kabupaten Sampang.

Sekretaris LPBHNU Sampang Lukman Hakim mengatakan bahwa program Sapu Lidi merupakan agenda perdana dari LPBHNU Sampang, yang bertujuan untuk mengungkap beberapa catatan kasus yang sampai saat ini belum terungkap.


“Tak lain dari diskusi ini hanya untuk mengungkap kasus-kasus di Sampang yang masih belum menemukan titik terangnya, mulai dari pembunuhan, pemerkosaan sampai pelecehan terhadap anak usia dini,” ungkapnya, Kamis (25/3).

Menurutnya program Sapu Lidi tersebut juga dimaksudnya untuk mendorong penegakan hukum di Sampang agar lebih terbuka dan tanggap dalam mengungkap kasus-kasus tindak pidana yang beberapa tahun ini marak terjadi di Kota Bahari.

“Dalam hal ini Polres dan Kejaksaan Sampang bisa memberikan informasi serta langkah-langkah yang sudah dilakukan, sehingga setiap ada kasus tindak pidana cepat diselesaikan,” ujar Praktisi atau Founder Trunojoyo Law Firm.

Di sisi lain pihaknya sangat menyayangkan karena dalam diskusi tersebut Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang tidak hadir karena alasan ada acara mendesak yang harus dilakukan.

“Kami LPBHNU Sampang kecewa, karena Kajari dan Kapolres Sampang tidak datang, padahal kami mengharapkan kehadirannya supaya ada pernyataan terkait kasus di Sampang yang belum terungkap,” jelasnya.

Baca juga:  Puskesmas Kedungdung Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Setiap Hari

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan diskusi sekitar kasuistik yang terjadi di Kota Bahari sebagai langkah untuk mengungkap dan menuntaskan segala peristiwa tindak pidana yang ada.

“Acara ini akan berkelanjutan dengan kasus yang pastinya berbeda, namun tidak menutup kemungkinan akan lebih mendalam dan fokus pada satu kasus yang lebih hangat, semua ini hanya untuk penegakan hukum di Sampang yang adil dan terbuka,” pungkasnya. (Alim/MH)