Tingkatkan Kapasitas Guru di Kepulauan, Kadisdik Sumenep Ingatkan Empat Kompetensi Utama

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan,sewaktu mengisi materi Seminar dan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru Non-ASN di Kecamatan Sapeken. ( Foto: istimewa).

maduraindepth.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep terus memacu peningkatan mutu tenaga pendidik di wilayah kepulauan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan pentingnya penguasaan empat kompetensi dasar guru sebagai pondasi utama memajukan kualitas pembelajaran, khususnya di daerah terpencil.

Penegasan tersebut disampaikan Iksan sewaktu mengisi materi Seminar dan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru Non-ASN di Kecamatan Sapeken, Selasa (13/10/2026).

Menurut Iksan, empat pilar utama yang wajib diasah oleh setiap pendidik mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, serta sosial. Terlebih di tengah arus modernisasi saat ini, peningkatan kemampuan mengajar menjadi kebutuhan mendesak.

“Para guru dituntut untuk adaptif dan konsisten menggembleng kemampuannya, apalagi kita sudah memasuki era digitalisasi,” tutur Moh. Iksan.

Ia merincikan, kompetensi pedagogik krusial dimiliki agar pendidik sanggup merancang strategi belajar yang relevan dengan kebutuhan murid. Sementara itu, pemahaman materi pelajaran yang mendalam tercermin dari kompetensi profesional. Adapun kompetensi kepribadian berfungsi membangun figur teladan, sedangkan kompetensi sosial menjadi sarana berinteraksi harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Agenda pelatihan yang diinisiasi oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama SKK Migas ini dijadwalkan bergulir selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026. Berlokasi di Gelanggang Pulau Pagerungan dan SMPN 1 Pagerungan, forum ini diikuti oleh puluhan guru honorer dari sekolah negeri maupun swasta di kawasan Kepulauan Sapeken.

Baca juga:  KPP Sumenep Hadirkan Pakar Lintas Sektor, Cari Solusi Transformasi Pendidikan Era Digital

Guna memperkaya wawasan tenaga pendidik terkait integrasi teknologi dalam dunia pendidikan, penyelenggara turut menghadirkan Fasda Digitalisasi Pembelajaran, Subaidi, serta akademisi Universitas PGRI Sumenep, Syaiful Bahri.

Sinergi antar instansi ini diharapkan sanggup mengikis ketimpangan mutu pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan. Melalui pembekalan ini, para guru non-ASN diproyeksikan mampu menerapkan metode pembelajaran berbasis digital yang lebih interaktif di sekolahnya masing-masing. (Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *