maduraindepth.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang menghadapi keterbatasan air akibat kekeringan di Kabupaten Sampang.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kamis (17/9/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung bersama Bupati Sampang Slamet Junaidi yang akrab disapa H. Idi.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 11 ribu liter air bersih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Khofifah tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga turut mengisi jerigen milik masyarakat dengan air yang telah disediakan.
Selain air bersih, Pemprov Jatim memberikan bantuan berupa 80 unit tandon dan 210 jerigen. Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp299.896.850.
Khofifah mengatakan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi kekeringan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, sekaligus salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan,” kata Khofifah.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak selalu dapat dilakukan dengan menemukan sumber air baru. Di sejumlah daerah, pengeboran sumur bahkan telah dilakukan hingga ratusan meter, namun belum menghasilkan sumber air yang mencukupi.
“Di beberapa kabupaten kita sudah berupaya melakukan pengeboran sumur. Bahkan sudah sampai ratusan meter, tetapi belum mendapatkan air. Karena itu, kita juga menyiasatinya dengan bantuan distribusi air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, H. Idi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jatim terhadap masyarakat Sampang yang terdampak kekeringan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ibu Gubernur yang telah memberikan perhatian serta bantuan air bersih bagi masyarakat Sampang,” ujar H. Idi. (Poer/MID)












