maduraindepth.com — Upaya deteksi dini tuberkulosis (TBC) diperluas hingga lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sampang. Sebanyak 200 warga binaan mengikuti screening kesehatan yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).
Rutan Sampang melalui Humas, Panca, mengatakan pemeriksaan dilakukan bertahap. Sebanyak 100 warga binaan diperiksa pada Rabu dan dilanjutkan 100 orang lainnya pada Kamis.
Pemeriksaan bertujuan mengetahui kondisi kesehatan warga binaan, termasuk mendeteksi gejala yang mengarah pada TBC. Apabila ditemukan hasil yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tindak lanjut dilakukan sesuai kondisi dan prosedur medis.
Panca menyampaikan, sebelumnya Rutan Sampang juga pernah menangani warga binaan yang terinfeksi TBC. Pengobatan dilakukan secara rawat jalan dengan durasi sekitar enam bulan dan obat diperoleh secara gratis melalui puskesmas.
Perwakilan program TBC, Febi, menjelaskan bahwa Rutan atau Lapas menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tracing. Lingkungan tersebut termasuk kelompok berisiko berdasarkan data sehingga pemeriksaan perlu dilakukan.
Sementara itu, Puskesmas Kamoning melalui dr. Fara mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan untuk mengurangi risiko penularan. Warga binaan yang mengalami batuk, influenza atau sering bersin dianjurkan menggunakan masker dan menerapkan etika batuk dengan menutup hidung serta mulut menggunakan tisu atau lengan bagian dalam.
Warga binaan juga dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum serta sesudah makan. Kebersihan lingkungan, sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan turut perlu diperhatikan.
Ventilasi yang baik diperlukan agar udara tetap mengalir dan ruangan tidak lembap. Pencahayaan matahari juga diupayakan cukup untuk menjaga kondisi lingkungan tetap sehat.
Panca berharap screening kesehatan dapat dilakukan lebih rutin, idealnya dua kali dalam setahun.(Poer/MID)














