maduraindepth.com — Pemeriksaan kesehatan gratis di Kabupaten Sampang tak sekadar menyasar pemeriksaan kesehatan umum. Puskesmas Kamoning turut menggelar screening tuberkulosis (TBC) dengan sasaran utama masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, Selasa (15/9/2026).
Puskesmas Kamoning melalui dr. Fara menjelaskan, sasaran screening meliputi kontak serumah dengan pasien TBC, serta kelompok yang berisiko lebih tinggi seperti penderita diabetes dan anak dengan kondisi gizi buruk.
Pemeriksaan dilakukan melalui foto rontgen toraks yang hasilnya akan dibaca dokter spesialis paru. Peserta dengan gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam atau mengalami penurunan berat badan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM).
Sementara peserta yang memiliki kontak erat tetapi tidak bergejala dapat diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Hingga kegiatan berlangsung, sekitar 100 peserta telah mendaftar untuk mengikuti screening.
Perwakilan program TBC, Febi, mengatakan tracing di Kabupaten Sampang telah berlangsung di sekitar 18 titik. Masih terdapat 13 puskesmas yang menjadi sasaran pelaksanaan berikutnya.
Menurutnya, Lapas serta lokasi seperti pesantren dan pondok juga menjadi perhatian karena berdasarkan data termasuk wilayah berisiko TBC.
“Undangan kita itu adalah kontak erat ataupun kontak serumah ataupun kelompok berisiko dari TBC,” jelasnya.
Febi menambahkan, pengobatan TBC diberikan secara gratis melalui program pemerintah. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas tetap menjadi tantangan. Pemantauan juga dilakukan dengan melibatkan kader di tingkat desa.
Sementara itu, Camat Sampang Aminullah, S.Pd., berharap kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sampang tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, khususnya penyakit paru-paru. Dengan pemeriksaan sejak dini, masyarakat yang terindikasi dapat segera mendapatkan penanganan. (Poer/MID)













